RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto gencar melobi Negeri Sakura untuk meloloskan pembebasan Bea Masuk (BM) produk tuna kaleng dan buah tropis. Saat bertemu Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Nishimura Yasutoshi di Amerika Serikat, harapan tersebut ditagih lagi.
Airlangga kembali menggelar pertemuan dengan Nishimura di sela-sela Pertemuan Menteri IPEF (Indo-Pacific Economic Framework) di Los Angeles, AS, pada 8-9 September 2020.
Airlangga mengingatkan permintaan Pemerintah Indonesia kepada Jepang agar membebaskan tarif BM ikan tuna kaleng.
Baca juga : Airlangga Lobi Relaksasi Bea Masuk Tuna Dan Buah
“Saat ini, produk ikan tuna Indonesia masih dikenakan tarif bea masuk sebesar 7 persen. Sementara produk serupa asal negara tetangga sudah dibebaskan oleh Jepang,” tutur Airlangga dalam keterangan resminya, kemarin.
Selain ikan tuna, lanjut Airlangga, ekspor buah nanas dan pisang juga masih dikenakan pembatasan.
Oleh karena itu, dalam perbincangan tersebut, Airlangga dan Nishimura lebih banyak membahas pembaruan perjanjian perdagangan kedua negara.
Baca juga : Airlangga Minta Jepang Hapus Kendala Ekspor Produk Perikanan dan Pertanian Indonesia
Diterangkan Airlangga, Indonesia bakal meningkatkan kuota ekspor pisang menjadi 4.000 ton per tahun. Dan, mengubah syarat pembebasan BM untuk ekspor buah Nanas.
Selain bahas komoditas ikan tuna dan buah tropis, Airlangga dan Nishimura membahas pilar-pilar yang menjadi fokus pembahasan di pertemuan menteri IPEF.
Airlangga menyampaikan komitmen Indonesia untuk aktif dalam keempat pilar IPEF, terutama pilar kedua yang terkait dengan supply chain.
Baca juga : Airlangga Tawarin Jepang Investasi Di KEK Kesehatan
Airlangga berharap, Indonesia akan mendapat dukungan dalam pengembangan dua komoditas strategis, yaitu semi conductor dan EV (Electronic Vehicle) battery melalui fasilitasi perdagangan dan bantuan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Terkait ekspor ikan tuna kaleng, Nishimura menyampaikan sedang menyelesaikan pembahasan di kementerian terkait di Jepang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.