Dark/Light Mode

Bertemu Gubernur JBIC Di Tokyo

Airlangga Tawarin Jepang Investasi Di KEK Kesehatan

Rabu, 27 Juli 2022 06:45 WIB
Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru Nobumitsu Hayashi digelar di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin (25/07). (Sumber ekon.go.id)
Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang baru Nobumitsu Hayashi digelar di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin (25/07). (Sumber ekon.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Delegasi tim ekonomi Indonesia di bawah komando Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menggelar pertemuan dengan Gubernur Japan Bank for International Cooperation (JBIC) Nobumitsu Hayashi.

Pertemuan yang berlang­sung selama 2 jam itu dilakukan di Hotel Imperial Tokyo, Jepang, Senin (25/7) waktu setempat.

Hadir menemani Airlangga, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga dan Hayashi banyak membahas berbagai proyek JBIC di Indonesia.

Baca juga : Bertemu METI, Airlangga Perkuat Kerja Sama Ekonomi RI-Jepang

“JBIC berperan besar dalam pembangunan ekonomi Indonesia sebagai sumber pendanaan, mau­pun penasihat berbagai proyek in­frastruktur,” kata Airlangga dalam keterangannya, kemarin.

Ketua Umum Partai Golkar ini menjelaskan, setiap tahun JBIC juga membuat survei atas perusahaan manufaktur Jepang yang melakukan bisnis di luar Negeri Sakura (Survey on Overseas Business Operations by Japanese Manufacturing Companies).

Pada survei tahun 2021, dari Daftar ‘Promising Countries for Overseas Business’, Indonesia masih di ranking ke-6 atau di bawah Vietnam dan Thailand.

“Ke depannya, Indonesia ingin mendapat ranking lebih tinggi dari Vietnam dan Thai­land. Ini juga menjadi alasan utama kami menemui JBIC di Tokyo” ungkap Airlangga.

Baca juga : Airlangga Tegaskan Minyak Sawit Jadi Solusi Krisis Pangan Dan Energi Dunia

Eks Menteri Perindustrian itu mengatakan, JBIC memiliki spesialisasi. Salah satunya, pem­biayaan di sektor energi.

Beberapa proyek infrastruktur utama di Indonesia, seperti Pem­bangkit Listrik Tanjung Jati-B, Jawa 1 dan Pembangkit Panas Bumi Sarula dan Muara Laboh, serta proyek LNG Tangguh dibangun dengan pembiayaan JBIC.

“Proyek-proyek ini menyedia­kan sumber energi yang sangat dibutuhkan dalam pembangu­nan ekonomi Indonesia.” ujar Airlangga.

Menurutnya, fokus Indonesia untuk 2 tahun ke depan memu­lihkan ekonomi. Dan, kembali mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi dan berkelanjutan, yang didukung salah satunya oleh ketersediaan infrastruktur energi.

Baca juga : Airlangga Berbaik Sangka

Karenanya, Pemerintah Indo­nesia segera mengambil langkah konkret melaksanakan transisi energi ke Energi Baru dan Terba­rukan (EBT), untuk mencapai Na­tionally Determined Contributions (NDC), pengurangan emisi karbon hingga 29 persen pada 2030.

“Pemerintah Jepang juga telah melakukan banyak kolaborasi dengan Indonesia dalam pengurangan emisi karbon. Salah satunya melalui skema Joint Crediting Mechanism (JCM),” ujar Airlangga.

Skema ini juga sedang diper­timbangkan sebagai bagian dalam kerja sama pendanaan JBIC dengan Indonesia, dalam program transisi energi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.