RM.id Rakyat Merdeka - Di depan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, memamerkan jurus mereka menjaga inflasi.
HAL ini diutarakan keduanya saat melaporkan hasil eva luasi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2018, di Hotel Sahid, Jakarta, kemarin.
“Realisasi inflasi pada 4 tahun terakhir dapat dijaga sedikit di atas 3 persen dengan laju inflasi 2018 sebesar 3,13 persen year on year (yoy), “ kata Darmin yang juga menjadi Ketua TPIP.
Baca juga : Semen China Masuk Pasaran, Bagaimana Nasib Semen Lokal
Pencapaian ini, kata Darmin, masih dalam rentang sasaran nasional sebesar 3,5 persen dengan deviasi 1 persen. Di mana, secara komponen pem bentuk inflasi pada harga ba rang-barang bergejolak, terutama pangan volatile food di tahun 2018 sebesar 3,39 persen yoy.
Darmin mengatakan, pada Juni 2019, inflasi sedikit mening kat jadi 4,91 persen yoy. Se mentara, inflasi inti masih ter jaga dengan laju sebesar 3,07 pe r sen pada tahun 2018 dan 3,25 per sen yoy pada Juni 2019.
“Sebaliknya, inflasi harga yang diatur pemerintah menunjukkan penurunan signifikan pada 2018 dari sebesar 3,36 persen menjadi 1,89 persen yoy pada Juni 2019,” tambahnya.
Baca juga : Menkes Apresiasi 6 Gubernur dan 56 Bupati
Dikatakan Darmin, secara keseluruhan inflasi 2018 masih terjaga. Namun, secara spasial ter dapat beberapa daerah yang realisasi inflasinya di luar atau di atas sasaran inflasi nasional.
Gubernur BI Perry Warjiyo me ngingatkan agar inflasi tahun ini tetap terjaga sebesar 3,5 per sen, dengan plus minus 1 per sen, harus ada sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. “Sinergi jadi yang paling utama dalam menjaga inflasi. Selain itu, harus ada adaptasi inovasi terutama dalam hal pemanfaatan teknologi informasi,” ujar Perry.
Ia mengharapkan, inovasi teknologi digital ini bisa memperpendek mata rantai pasokan barang kepada konsumen dan meningkatkan nilai tambah bagi para petani.
Baca juga : Pulang Dari Istana Wapres, Maruf Bawa Oleh-oleh Buku dan Jurnal
Di depan Wapres, Perry juga pamer BI sudah mulai menurunkan suku bunga acuan (BI Repo Rate) dari 6 persen menjadi 5,75 persen.
Menurut dia, dengan inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil, maka terbuka ruang kebijakan moneter yang mendukung momentum pertumbuhan ekonomi. “Kami juga sudah mulai menurunkan suku bunga BI untuk men dukung momentum pertumbuhan ekonomi. Dengan kami me lihat ke depan rendahnya inflasi dan perlunya mendukung momentum pertumbuhan ekonomi, masih terbuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif,” papar Perry.[NOV]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.