RM.id Rakyat Merdeka - PT Asuransi Jiwa Indonesia Financial Group (IFG) yang merupakan Holding BUMN menggelar IFG Labuan Bajo Marathon di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lomba yang akan dihelat, Sabtu (29/10) pagi ini terbagi empat kategori.
Yaitu, Full Marathon berjarak 42 Kilometer (Km), Half Marathon 21 Km, kategori 10 Km, dan kategori 5 Km. Direktur Utama IFG, Robertus Billitea berharap, pelaksanaan IFG Labuan Bajo Marathon 2022 ini dapat menjadi titik awal bangkitnya perekonomian di Labuan Bajo, paska terpaan pandemi Covid-19. Terutama dari sektor pariwisata yang dimiliki wilayah ini.
"Tapi tentu saja, lewat lomba Marathon ini juga diharapkan akan muncul bibit atlet berbakat. Seperti halnya sejumlah atlet lari dari kawasan sini yang sebelumnya telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional," kata Robertus Billitea usai Media Gathering IFG Labuan Bajo Marathon di Labuan Bajo, Jumat (28/10).
Baca juga : Perpustakaan Bawa Masyarakat Jadi Unggul Dan Sejahtera
Oleh sebab itu, Robertus Billitea menegaskan lomba Marathon IFG akan menjadi agenda tahunan. Mengingat, banyak manfaat yang bisa didapat dalam upaya memajukan Labuan Bajo.
"Hal ini sejalan dengan semangat BUMN dalam pelaksanaan kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN yang berdampak pada peningkatan perekonomian lokal," paparnya.
Di tempat sama, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) juga berharap penyelenggaraan IFG Labuan Bajo Marathon dapat melahirkan bibit unggul atlet lari dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Baca juga : Nerazzurri Sulit Jadi Kampiun
"Lomba ini memang untuk mengenalkan atletik pada masyarakat, sehingga bisa menarik orang masuk ke atletik," kata Tigor Tanjung.
Menurutnya, NTT adalah gudangnya atlet lari terbaik nasional. Salah satunya Eduardus Nabunome (alm) yang menjadi pelari maraton terbaik di Asia Tenggara dengan rekor 2 jam 20 menit 27 detik pada era 1980-an.
Sehingga, bukan tidak mungkin Labuan Bajo bahkan NTT dapat melahirkan atlet unggul di bidang atletik seperti yang selama ini terjadi pada berbagai perhelatan cabang olahraga atletik.
Baca juga : GARPU Lebarkan Sayap Ke Makkah Dan Madinah
"Keinginan ini tentu saja perlu dorongan dari pemerintah terkait kewajiban pembelajaran olahraga atletik di sekolah-sekolah. Saya yakin, bibit-bibit atlet atletik dari sini bisa muncul kalau mendapat binaan yang baik," ujarnya.
Dalam penyelenggaraan IFG Labuan Bajo Marathon, PB PASI berfungsi sebagai pendamping dari Indonesia Financial Group (IFG) sebagai penyelenggara untuk memantau agar perlombaan lari itu berjalan sesuai syarat dan ketentuan olahraga atletik.
PB PASI pun telah melakukan survei terlebih dahulu terkait kelayakan lintasan dan elevasi untuk penyelenggaraan lomba lari maraton itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.