BREAKING NEWS
 

Pemerintah Serius Lakukan Transisi Energi

Kendaraan Listrik Kunci Menuju Ekonomi Hijau...

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Minggu, 30 Oktober 2022 06:20 WIB
Ilustrasi Kendaraan Listrik. (Foto: Randy Tri Kurniawan/RM)

 Sebelumnya 
“Langkah deregulasi ini terus dilakukan Pemerintah. Diharapkan, sistem perizinan bisa dilaksanakan secara lebih baik. Terutama dalam pengembangan izin berbasis risiko,” tegas Airlangga.

Sebelumnya, Presiden Jokowi juga hanya memperbolehkan kendaraan listrik yang bisa digunakan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baca juga : Lukas Enembe Dinilai Lakukan Pembangkangan Kedaulatan Hukum Nasional

Mantan Wali Kota Solo itu mengatakanI IKN akan mengusung konsep Smart City and Smart Living. Sehingga, kendaraan yang digunakan harus ramah lingkungan dan identik dengan masa depan. Sementara sumber energi yang dipakai berasal dari renewable industri. “80 persen sumber energinya berasal dari renewable industri. Mobil di sana nanti harus mobil listrik,” ujar Jokowi.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan prospek kendaraan listrik bagi kemajuan perekonomian Indonesia cukup besar dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga : Kemenperin Fasilitasi Perluasan Pasar Ekspor Industri Mamin Di Eropa 

Pasalnya desakan transisi energi memang tidak bisa dihindari. Proyeksi penjualan kendaraan listrik juga cukup ambisius yakni 2,7 juta unit pada 2030.

“Ini akan jadi keuntungan besar bagi perekonomian Indonesia selama bisa termanfaatkan dengan baik oleh perusahaan BUMN hingga pengusaha lokal di dalam negeri” terang Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Menperin: Sosialisasi Dan Edukasi Kerek Populasi Kendaraan Listrik

Namun begitu, lanjut Bhima ada problem yang harus bisa diselesaikan. Khususnya untuk pengembangan bahan baku baterai mobil listrik. Meski Indonesia mempunyai tambang nikel sangat besar tapi penguasaan tambang dan smelter nikel sebagian besar dimiliki perusahaan asal China.

“Ini berisiko tinggi bagi kedaulatan industri mobil listrik. Karena rantai pasoknya tidak dikuasai pemain domestik. Jadi, kalau mobil konvensional dikuasai pabrikan Jepang sekarang mobil listrik dan baterai dikuasai China. Harus dicari solusinya sejak saat ini” ujar Bhima. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense