BREAKING NEWS
 

Teken MoU Bidang Energi, Hubungan Bilateral RI-Arab Saudi Makin Mantap

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 16 November 2022 11:52 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif (kanan), usai menandatangani Nota Kesepakatan di bidang energi, bersama Menteri Energi Arab Saudi, HRH Prince Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz Al Saud di St. Regis Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11). (Foto: Dok. ESDM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi sepakat mempererat kerja sama bilateral, dengan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyatakan, kerja sama tersebut merupakan bentuk kolaborasi kedua negara.

 

Baca juga : Saudi Lirik Investasi EBT

 

"MoU ini bertujuan untuk menetapkan kerangka umum kerja sama di bidang energi, berdasarkan prinsip kesetaraan, saling menguntungkan, dan saling menghormati," kata Arifin sebelum melakukan penandatanganan MoU bersama Menteri Energi Arab Saudi, HRH Prince Abdulaziz bin Salman bin Abdulaziz Al Saud di St. Regis Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu (16/11).

Adsense

Bidang kerja sama yang disepakati dalam MoU meliputi migas, ketenagalistrikan, energi terbarukan, efisiensi energi dan hidrogen bersih.

Baca juga : Wapres Bahas Peningkatan Kerja Sama Dengan Dubes Emirat Arab di Istana

Selain itu, juga terkait ekonomi karbon sirkuler (CCE) dan teknologinya untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Serta transformasi digital, inovasi, keamanan siber dan kecerdasan buatan di bidang energi.

Untuk mengimplementasikan bidang-bidang kerja sama yang telah disepakati, akan dilaksanakan berbagai kegiatan. Seperti pertukaran informasi dan pengalaman, pertukaran kunjungan antara pakar dan spesialis, menyelenggarakan konferensi dan seminar kerja, melakukan studi bersama, dan memperkuat kerja sama antar perusahaan energi.

"Kedua negara juga sepakat mengembangkan kemitraan kualitatif untuk melakukan pelokalan material, produk, dan layanan terkait semua sektor energi, rantai pasokan, dan teknologinya," jelas Arifin.

Baca juga : Gile Bener...11 Bulan Pura-pura Jadi Mayat

Sebagai tindak lanjut awal, akan dibentuk tim kerja khusus (Tim Kerja) yang terdiri dari perwakilan kedua belah pihak, dengan jumlah anggota yang sama.

Tim ini akan berkonsultasi tentang prosedur dan langkah-langkah yang perlu diambil, untuk memperkuat dan mengembangkan kerja sama di bawah MoU. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense