BREAKING NEWS
 

Didorong Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Menteri Erick Perkuat Ekosistem Industri Jabar

Reporter : IRMA YULIA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Sabtu, 3 Desember 2022 20:17 WIB
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersilaturahmi dengan para sesepuh dan tokoh Sunda di kediaman HD Sutisno di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Jumat (2/12).

Dalam pertemuan tersebut, Erick menerima banyak masukan terkait upaya meningkatkan perekonomian di Jabar dari para sesepuh dan tokoh Sunda.

"Dari penanganan gempa di Cianjur kita sama-sama berusaha dalam menyelesaikan persoalan lain di Jabar. Sebagai provinsi yang terdekat dengan Ibu Kota Jakarta, Jabar menjadi bagian penting dalam pembangunan di Indonesia," ujar Erick, dalam siaran pers, Sabtu (3/12).

Baca juga : Dukung Jadi Presiden, Warga Palu: Ganjar Sering Berkunjung Dan Membantu

Dengan jumlah penduduk hingga 276 juta, Erick menilai, perekonomian Indonesia tidak cukup hanya bertumpu pada Jakarta dan kota besar lain seperti Surabaya.

Adsense

Menurutnya, Indonesia minimal memiliki 10 kota besar dalam meningkatkan perekonomian. Sebab, tidak mungkin pembangunan hanya terfokus di Jakarta, Surabaya. Untuk itu, di Jawa Barat pun dilebarkan pembangunannya.

"Wilayah Indonesia ini kan 75 persen laut, 25 persen daratan. Artinya, keterbatasan lahan adalah hal yang harus diberikan solusi juga di banyak daerah, khususnya di Jawa Barat," ucap pria berdarah Majalengka tersebut.

Baca juga : Pengawasan Terintegrasi Diperkuat, Industri Keuangan Semakin Sehat

Erick menyampaikan, Indonesia akan menghadapi tantangan ekonomi ke depan akibat resesi. Untuk itu, BUMN dan pemerintah tentu tidak bisa sendirian dan memerlukan dukungan dari banyak pihak, termasuk para tokoh di Jabar.

Terlebih, persoalan lapangan kerja masih menjadi isu yang krusial di Jabar. Oleh karenanya, BUMN berkomitmen meningkatan ekosistem dengan mengintegrasikan Pelabuhan Patimban, Bandara Kertajati, dengan kawasan industri Subang.

"Isinya dari mana? Kita pindahkan industri Pulogadung ke Jabar karena Pulogadung sudah tidak layak untuk lahan industri. Kerja sama ini yang harus kita bicarakan. Jangan sampai pembangunan Kertajati, Patimban, Kereta Cepat, lalu tidak ada pembagunan industri untuk pembukaan lapangan kerja," tandas Erick. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense