BREAKING NEWS
 

Naik 24 Persen Dibanding 2021

Luar Biasa, Baru Kuartal III, Laba BUMN Tembus Rp 155 Triliun

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 5 Desember 2022 14:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Rapat Komisi VI DPR, Senin (5/12). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan, laba bersih konsolidasi BUMN per kuartal III/2022 (belum diaudit), mencapai Rp 155 triliun. Atau naik 24 persen, dibanding laba bersih tahun penuh 2021, yang dibukukan dengan angka Rp 124,7 triliun.

Hasil ini menunjukkan, Kementerian BUMN telah terkonsolidasi, semakin efisien, dan fokus pada pembangunan ekosistem.

"Dalam tiga tahun terakhir, hingga kuartal III/2022, total kontribusi BUMN kepada negara mencapai Rp 1.198 triliun dari pajak, bagi hasil, PNBP, dan dividen," kata Erick dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

Baca juga : Top! Sumbangan Devisa Ekspor Sawit Tembus Rp 530 Triliun

"Angka ini lebih tinggi Rp 68 triliun dari kumulatif 3 tahun tahun 2017--2019, yang tercatat dengan angka Rp 1.130 triliun," imbuhnya.

Erick menerangkan, dalam laporan konsolidasi per kuartal III/2022, laba BUMN sebetulnya mencapai Rp 209 triliun.

Adsense

Angka ini mencakup laba hasil restrukturisasi Garuda senilai Rp 54 triliun.

Baca juga : Serap 33 Ribu Tenaga Kerja, Kontribusi G20 Bisa Tembus Rp 7,4 Triliun

"Karena kami hanya bicara laba cash, maka yang Rp 54 trilliun tidak kami masukkan. Karena belum tentu ada laba non cash besar lagi tahun depan, seperti restrukturisasi ini," papar Erick.

Return emiten BUMN kali ini  juga memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan sektor swasta. Dengan capital gain emiten BUMN mencapai 8,2 persen, dan kumulatif dividen sebesar 9,8 persen.

Ini menyebabkan total pengembalian atau return yang diterima pemegang saham mencapai 18 persen. Lebih tinggi dibanding sektor swasta, yang hanya 10,8 persen.

Baca juga : Top, Laba Bersih Kuartal III 2022 Bank Mandiri Tembus Rp 30,7 T 

Yang lebih menggembirakan, return atas konsolidasi BUMN kita mencapai 18 persen, bila ilihat benchmarking private sector di bursa, capital gain dan kumulatif dividen.

"Ini lebih baik dari private sector yang hanya 10,8 persen," beber Erick.

Hasil ini membuat Bursa Efek Indonesia (BEI) makin optimis bekerja sama dengan Kementerian BUMN. Mengingat BUMN mendominasi bursa, hingga 25 persen. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense