Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kinerja Gaspol, BSI Bukukan Laba Bersih Rp 2,13 Triliun
Sabtu, 27 Agustus 2022 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja signifikan dan berkualitas sepanjang pertengahan tahun ini. Di tengah kondisi perekonomian yang menantang akibat gejolak ekonomi global, pada kuartal II-2022, BSI mampu membukukan laba bersih mencapai Rp 2,13 triliun, tumbuh 41,31 persen year on year (yoy).
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, kinerja BSI yang solid pada pertengahan tahun ini dipengaruhi oleh kemampuan perseroan menjaga keseimbangan seluruh rasio keuangan, sehingga tumbuh sehat dan intermediasi yang terus membaik.
Hal tersebut mendukung profitabilitas BSI terus meningkat, dengan laba bersih tumbuh double digit menjadi Rp 2,13 triliun per Juni 2022.
“BSI semakin optimistis, dengan dukungan berbagai pihak akan semakin memperkokoh kinerja perseroan. Sehingga, akhir tahun nanti capaian perseroan akan dapat memenuhi target. Berbagai aksi korporasi tahun ini menjadi salah satu strategi menguatkan BSI dari aspek permodalan,” jelas Hery dalam rilis yang diterima Jumat (26/8).
Kinerja positif ini juga didukung oleh kepercayaan masyarakat melalui penempatan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 244,66 triliun, tumbuh 13,07 persen dengan proporsi DPK didominasi oleh tabungan wadiah, giro dan deposito.
Kepercayaan masyarakat terhadap tabungan BSI mengantarkan BSI berada pada posisi Top 5 industri perbankan nasional.
Tabungan Wadiah menjadi salah satu produk yang diminati masyarakat, karena bebas biaya administrasi bulanan dengan fasilitas e-banking yang modern dan mudah diakses. Sedangkan dari sektor bank, menjadi salah satu strategi meningkatkan efisiensi bagi hasil.
Baca juga : Realisasi Belanja Infrastruktur PUPR Capai Rp 47,79 Triliun
Kinerja positif juga didukung oleh pembiayaan yang tumbuh dan sehat. Pembiayaan BSI secara keseluruhan Rp 191,29 triliun, tumbuh 18,55 persen.
Segmen pembiayaan terbesar yang menyokong capaian tersebut, antara lain pembiayaan mikro tumbuh 31,13 persen, pembiayaan konsumer 21,66 persen, pembiayaan wholesale 20,34 persen, pembiayaan kartu 22,87 persen dan gadai emas tumbuh 20,07 persen.
Raihan ini juga didukung NPF Nett sebesar 0,74 persen. Adapun cash coverage BSI meningkat signifikan menjadi 157,93 persen.
Kinerja yang solid dan sehat juga ditunjukkan dari pertumbuhan aset sebesar 12,46 persen secara yoy menjadi Rp 277,34 triliun.
Selain itu, BSI juga terus meningkatkan efektivitas dan efisiensi biaya dengan membaiknya biaya operasional (BOPO) menjadi 74,50 persen.
Untuk ke depannya, BSI akan fokus pada investasi berkelanjutan serta pengembangan Islamic ecosyste.
“Sesuai semangat ekonomi hijau berlandaskan ESG (Environmental, Social, and Governance), yang saat ini sedang diperkuat oleh Pemerintah dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, sejalan semangat transformasi di tubuh BSI,” papar Hery.
Baca juga : Pembiayaan Berkelanjutan BSI Tembus Rp 50,05 Triliun
Per Juni 2022, user pengguna BSI Mobile mencapai 4,07 juta user, naik 81 persen secara yoy. Jumlah pengguna yang semakin meningkat dipengaruhi perubahan perilaku masyarakat yang mulai beralih ke e-channel BSI Mobile, ATM maupun Internet Banking.
Saat ini, profil nasabah BSI sebanyak 97 persen telah beralih menggunakan e-channel untuk beraktivitas perbankan. Transaksi kumulatif BSI Mobile per Juni 2022 mencapai 117,72 juta transaksi dan berkontribusi memberikan fee based income sebesar Rp 119 miliar.
Pembiayaan Sehat
Dalam menyalurkan pembiayaan, BSI terus menjaga nilai-nilai syariah dengan memberikan pembiayaan yang sehat dan sustain, sehingga tetap menjaga keberlangsungan kehidupan dan lingkungan.
BSI terus berkomitmen dalam penerapan prinsip environmental (lingkungan), social (sosial) dan governance (tata kelola perusahaan) atau ESG, selaras dengan aspek keuangan berkelanjutan (sustainable finance).
BSI mencatat pembiayaan terkait ESG terus mengalami peningkatan dan akan diakselerasi, sehingga perseroan mampu menghadirkan value yang lebih baik kepada para stakeholdernya.
Tentunya value tersebut dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup. Per Juni 2022, pembiayaan keuangan berkelanjutan BSI mencapai Rp 50,05 triliun atau 26 persen dari total pembiayaan BSI.
Baca juga : Semester I, BSI Kantongi Laba Rp 2,13 Triliun
Perseroan juga menggencarkan implementasi keuangan berkelanjutan dengan penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang mengusung konsep 3P (People, Planet dan Profit).
Dana CSR yang disalurkan BSI ke berbagai sektor socioeconomic mencapai Rp 84,1 miliar. Salah satunya pendampingan dan pengembangan 19 Desa Binaan BSI yang tersebar di Aceh, Lampung, Banten, Nusa Tenggara Barat dan Makassar.
Sementara, dalam bidang spiritual, BSI membangun masjid-masjid di tempat wisata. Terbaru, Masjid BSI Pananjakan di kawasan Bromo Jawa Timur.
Adapun terkait People, BSI memberikan lebih dari 400 program beasiswa. Sedangkan dalam hal Charity dan Environment, BSI melakukan gerakan penanaman pohon lebih dari 20 ribu bibit di daerah-daerah berpotensi rawan banjir.
“Mendorong pembangunan keuangan berkelanjutan menjadi salah satu komitmen kami mengimplementasikan tanggung jawab sosial dan lingkungan di daerah. Antara lain, melalui project green campaign dan kepedulian terhadap lingkungan,” pungkas Hery.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya