Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nilai Ekonomi Digital Indonesia Diramal Tembus Rp 4.715 Triliun Pada 2030

Rabu, 14 September 2022 19:11 WIB
Menkominfo Johnny G Plate. (Foto: Ist)
Menkominfo Johnny G Plate. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai ekonomi digital Indonesia bakal melambung tinggi. Kondisi itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate.

Dia memperkirakan, pada 2030, nilai ekonomi digital Indonesia bakal mencapai 315 miliar dolar AS atau setara Rp 4.715 triliun. Di tataran global, valuasi ekonomi digital saat ini mencapai 15,5 persen dari total produk domestik bruto dunia.

”Jumlah tersebut meningkat sebanyak 2,5 kali lebih cepat dibandingkan kondisi 15 tahun terakhir. Data itu merupakan hasil kajian dari Bank Dunia pada 2022,” ujar Johnny G. Plate, seperti keterangan yang diterima RM.id, Rabu (14/9).

Berita Terkait : Arema Kalah, Roca Terbebani Gelar Piala Presiden

Dia menjelaskan pada 2030, diperkirakan 70 persen nilai baru dalam perekonomian, didasarkan pada model bisnis yang diaktifkan secara digital.

’"Nilai ekonomi digital di Indonesia telah mencapai 70 miliar dolar AS. Dan akan berkembang hingga 315,5 miliar dolar AS pada 2030," bebernya.

Dengan perhitungan tersebut Johnny mengatakan, potensi ekonomi digital memiliki potensi luar biasa untuk perekonomian Indonesia pada masa depan. Untuk menyambut potensi nilai ekonomi digital yang begitu besar, perlu disiapkan sejak dini.

Berita Terkait : HAORNAS Jadi Momentum Wujudkan Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036

Di antaranya adalah memperbanyak kolaborasi antara perusahaan rintisan (startup) digital dengan modal ventura. Selain itu juga kolaborasi dengan perusahaan skala nasional dan internasional.

Salah satunya, dilakukan dengan memanfaatkan momentum Presidensi G20 Indonesia. Yaitu melalui kegiatan Digital Innovation Network (DIN) Presidensi G20 Indonesia.

Kegiatan itu salah satunya adalah mewadahi pencairan startup paling potensial dari lima sektor prioritas. Yakni, sektor kesehatan, energi bersih dan terbarukan, pendidikan dan teknologi, inklusifitas keuangan, dan rantai pasok barang.
 Selanjutnya