Sebelumnya
“Setiap pengguna transportasi umum wajib menerima subsidi. Karena sudah membantu Pemerintah mereduksi terjadinya kemacetan, menurunkan tingkat polusi udara dan turut mengurangi angka kecelakaan,” pintanya.
Ia menuturkan, secara keseluruhan, total PSO tahun 2022 sebesar Rp 2,8 triliun, turun di tahun 2023 menjadi Rp 2,5 triliun. Yang mana, sebanyak 64 persen dari nilai total PSO Perkeretaapian diberikan untuk PSO KRL Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).
Adapun kontrak PSO untuk KRL Jabodetabek tahun 2022 sebesar Rp 1,8 triliun. Tahun ini, kata dia, jumlahnya menurun menjadi Rp 1,6 triliun.
Baca juga : Santri Dukung Ganjar Gelar Sunat Massal Di Ciamis
Ia membandingkan dengan subsidi untuk daerah 3 Tdan Perbatasan, di mana bus perintis se-Indonesia hanya mendapat Rp 177 miliar untuk melayani 327 trayek.
Artinya, kata dia, jumlah ini (subsidi perintis) sekitar sepersepuluh dari PSO KRL Jabodetabek. Sementara subsidi angkutan perintis penyeberangan di 273 lintasan sebesar Rp 584 miliar, dan angkutan perkotaan di 10 kota hanya Rp 500 miliar.
“Kenapa alokasi dana PSO Tahun Anggaran 2023 diprioritaskan untuk KRL dan KAEkonomi Jarak Dekat? Ya, karena KA-KA itulah yang digunakan sebagian besar warga untuk beraktifitas sehari-hari,” terangnya.
Baca juga : Pariwisata Lebih Bergairah
Sehingga diharapkan semakin banyak warga yang menggunakan kereta sebagai moda transportasi, yang pada akhirnya akan mengurangi beban jalan raya.
Karenanya, ia pun tak heran, ketika Pemerintah juga mewacanakan adanya pembeda tarif KRL untuk masyarakat mampu dan yang tak mampu.
“Membedakan tarif KRL bagi pengguna KA sudah lama dibahas. Misal, KRL ketika akhir pekan, itu kan penumpangny bukan para pekerja,” ungkapnya.
Baca juga : Jokowi Happy, Investor Pasar Modal RI Didominasi Anak Muda, 50 Persen Di Bawah 30 Tahun
Berdasarkan kajian tahun 2018 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, pengguna KRL Jabodetabek di akhir pekan yang bekerja pada hari Sabtu hanya 5 persen dan di hari Minggu hanya 3 persen.
Sisanya, sambung dia, bepergian dengan KA untuk tujuan perjalanan sosial. Seperti berwisata, kunjungan keluarga, seminar, atau ke pusat perbelanjaan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.