Dark/Light Mode

Dapat Kucuran PMN

KAI Cs Didorong Garap Angkutan Di Wilayah 3T

Selasa, 10 Januari 2023 07:30 WIB
Men­teri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara).
Men­teri BUMN Erick Thohir. (Foto: Antara).

 Sebelumnya 
“Setiap pengguna transportasi umum wajib menerima subsidi. Karena sudah membantu Pe­merintah mereduksi terjadinya kemacetan, menurunkan tingkat polusi udara dan turut menguran­gi angka kecelakaan,” pintanya.

Ia menuturkan, secara keseluruhan, total PSO tahun 2022 sebesar Rp 2,8 triliun, turun di ta­hun 2023 menjadi Rp 2,5 triliun. Yang mana, sebanyak 64 persen dari nilai total PSO Perkeretaapian diberikan untuk PSO KRL Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi).

Adapun kontrak PSO untuk KRL Jabodetabek tahun 2022 sebesar Rp 1,8 triliun. Tahun ini, kata dia, jumlahnya menurun menjadi Rp 1,6 triliun.

Baca juga : Santri Dukung Ganjar Gelar Sunat Massal Di Ciamis

Ia membandingkan dengan sub­sidi untuk daerah 3 Tdan Perbatasan, di mana bus perintis se-Indonesia hanya mendapat Rp 177 miliar untuk melayani 327 trayek.

Artinya, kata dia, jumlah ini (subsidi perintis) sekitar sepersepuluh dari PSO KRL Jabodetabek. Sementara subsidi angkutan perintis penyeberangan di 273 lintasan sebesar Rp 584 miliar, dan angkutan perkotaan di 10 kota hanya Rp 500 miliar.

“Kenapa alokasi dana PSO Ta­hun Anggaran 2023 diprioritas­kan untuk KRL dan KAEkonomi Jarak Dekat? Ya, karena KA-KA itulah yang digunakan sebagian besar warga untuk beraktifitas sehari-hari,” terangnya.

Baca juga : Pariwisata Lebih Bergairah

Sehingga diharapkan semakin banyak warga yang mengguna­kan kereta sebagai moda trans­portasi, yang pada akhirnya akan mengurangi beban jalan raya.

Karenanya, ia pun tak heran, ketika Pemerintah juga mewa­canakan adanya pembeda tarif KRL untuk masyarakat mampu dan yang tak mampu.

“Membedakan tarif KRL bagi pengguna KA sudah lama diba­has. Misal, KRL ketika akhir pekan, itu kan penumpangny bu­kan para pekerja,” ungkapnya.

Baca juga : Jokowi Happy, Investor Pasar Modal RI Didominasi Anak Muda, 50 Persen Di Bawah 30 Tahun

Berdasarkan kajian tahun 2018 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaa­pian Kementerian Perhubungan, pengguna KRL Jabodetabek di akhir pekan yang bekerja pada hari Sabtu hanya 5 persen dan di hari Minggu hanya 3 persen.

Sisanya, sambung dia, beper­gian dengan KA untuk tujuan per­jalanan sosial. Seperti berwisata, kunjungan keluarga, seminar, atau ke pusat perbelanjaan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.