BREAKING NEWS
 

Dorong Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi

Catat Ya, Bahlil Janjikan Izin Investor Pasti Beres

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Jumat, 20 Januari 2023 07:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kiri) saat membuka sesi panel diskusi soal hilirisasi di Paviliun Indonesia di World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, Rabu (18/1/2023). (ANTARA/HO Kementerian Investasi/BKPM).

 Sebelumnya 
Bahlil menyampaikan, Indone­sia dan negara berkembang lain­nya ingin menapaki anak tangga yang sama dengan negara maju.

Adsense

Dia juga memastikan, hiliri­sasi tidak hanya untuk mengun­tungkan para pengusaha dan investor. Tetapi juga berkolabo­rasi dengan pengusaha daerah dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah agar tumbuh bersama-sama.

Pada sesi panel, Nicke Widya­wati menyampaikan bahwa Pertamina mendukung program hilirisasi melalui pengembangan infrastruktur untuk ekosistem kendaraan listrik, serta menca­pai Net Zero Emission melalui transisi energi.

Menurut Nicke, diperlukan kolaborasi antara negara maju dan negara berkembang untuk melaksanakan transisi energi menuju energi hijau.

Baca juga : Senayan: Stop Impor Beras

“Tantangan terbesar dalam transisi energi adalah pembiayaan, teknologi dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Kerja sama global dengan aksi nyata antara negara merupakan kunci untuk memperlancar tran­sisi energi,” ungkap Nicke.

Sebelumnya, Bahlil bersama Presiden World Association of Investment Promotion Agencies (WAIPA) serta Sekretaris Jenderal Digital Cooperation Organization, memberikan sambutan dalam diskusi interaktif dalam rangkaian kegiatan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2023.

Diskusi interaktif ini bertema­kan Sustainable and Digital FDI (Foreign Direct Investment)/PMA(Penanaman Modal Asing) Berkelanjutan dan Digital.

Bahlil menegaskan, kesetaraan antara negara berkembang dengan negara maju merupakan hal penting untuk didorong oleh seluruh negara.

Baca juga : Jokowi Happy Investor Didominasi Anak Muda

Selain itu, transfer teknologi menjadi bagian terpenting da­lam rangka pemerataan untuk memberikan nilai tambah dan mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs).

“Tidak ada artinya pertum­buhan negara tinggi tanpa ada pemerataan pertumbuhan. Maka konsep kami, harus ada kolabo­rasi antara pengusaha daerah, in­vestor asing, dengan masyarakat setempat agar dapat tumbuh bersama-sama,” tegas Bahlil.

Hal ini sudah diakui dalam Leaders’ Declaration yang di­hasilkan dari pertemuan pun­cak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 November 2022 lalu di paragraf 37, yang menu­angkan komitmen para anggota G20 untuk melaksanakan kerja sama perdagangan dan investasi internasional untuk mengatasi masalah rantai pasokan, serta menghindari disrupsi dagang.

Pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha dengan UMKM juga ditekankan dalam paragraf 37.

Baca juga : Ekonom IPB: Mau Musim Panen, Jangan Impor Beras

“Ini sejalan dengan fokus Kementerian Investasi/BKPM dalam rangka mendorong UMKM untuk naik kelas,” ucap Bahlil. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense