Sebelumnya
Pada aturan ini, kata Agus, Pemerintah memfokuskan subsidi pupuk pada dua jenis, yaitu urea dan NPK. Selain itu, perubahan juga terjadi pada komoditas tanaman yang mendapatkan subsidi pupuk.
Tanaman hortikultura yang terdiri dari cabai, bawang merah, bawang putih dan sub sektor perkebunan yang terdiri dari tabu rakyat, kopi dan kakao.
Syarat untuk petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi juga berubah, dari yang sebelumnya diinput dalam E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) kini menjadi E-Alokasi yang merupakan sistem Kementerian Pertanian (Kementan).
Baca juga : Maung Bandung Fokus 11 Laga Sisa
“Data-data petani, yang mendapat pupuk bersubsidi ini berdasarkan E-Alokasi yang ditetapkan Kementan. Perlu dipahami oleh semua pihak, agar penyaluran ini bisa tepat sasaran,” ujar Agus.
Ia membeberkan, petani yang berhak mendapatkan pupuk bersubsidi berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, yaitu wajib tergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian), menggarap lahan maksimal dua hektar, dan menggunakan Kartu Tani (untuk wilayah tertentu).
Agus meminta, bagi petani yang berhak wajib menebus pupuk bersubsidi pada kios-kios resmi yang telah ditentukan untuk melayani kelompok tani setempat.
Ia menambahkan, stok pupuk bersubsidi di Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten tercatat sebesar 76.282 ton per 9 Februari 2023, atau setara 150 persen dari ketentuan minimum yang ditetapkan Pemerintah yaitu 50.795 ton.
"Stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani selama 4 minggu ke depan atau sampai Maret tahun ini. Stok pupuk yang tersedia di Gudang Lini III (tingkat kabupaten) ini, terdiri dari urea sebesar 40.508 ton dan NPK sebesar 35.774 ton," jelasnya.
Pupuk Indonesia akan menyalurkan pupuk bersubsidi ke 22 Kabupaten dan 15 Kota di Jawa Barat yang didukung oleh 59 Gudang Lini III. Serta, terdapat 179 distributor dan 3.729 kios pupuk lengkap (KPL) dan melibatkan 16 pegawai AE, 50 AAE, 15 Staf Penjualan Wilayah 3A dan 4 orang staf administrasi.
Baca juga : Indonesia Jangan Telat Bangun Pabrik Amonia
Sementara dari sisi realisasi penyaluran, Pupuk Indonesia mencatat telah menyalurkan pupuk bersubsidi sebesar 84.779 ton per 9 Februari 2023.
"Ini terdiri dari urea sebesar 52.941 ton dan NPK sebesar 31.838 ton. Sementara alokasi pupuk bersubsidi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten adalah 1.100.219 ton," pungkas Adi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.