Sebelumnya
Dijelaskan Hanung, kerja sama dengan Korsel ini akan mengembangkan beberapa sektor industri unggul di bidang manufaktur, agriculture, Food and Beverage (FnB), otomotif dan tekstil.
Selain itu, kemitraan yang telah terjalin dengan Korea ini telah sejalan dengan strategi dan arah kebijakan pembangunan pemerintah Indonesia. Dalam hal ini, Kemenkop UKM diberikan mandat untuk mencapai tiga indikator strategis, yaitu pertama, meningkatkan kontribusi koperasi terhadap PDB. Kedua, meningkatkan kontribusi UMKM terhadap PDB, dan ketiga, meningkatkan ekspor.
Untuk mencapai indikator strategis tersebut, KemenKopUKM telah menyusun sejumlah program dan kebijakan pengembangan koperasi, UMKM, dan kewirausahaan.
Salah satunya telah disusun Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Peraturan tersebut memuat berbagai aturan kebijakan pada aspek kemudahan pendirian usaha, perizinan usaha, pengelolaan terpadu UMKM berupa Rumah Produksi Bersama, sertifikasi produk, akses pembiayaan, akses ke rantai pasok, hingga akses pasar bagi koperasi dan UMKM.
Baca juga : Sebarkan Informasi F1 Powerboat, Kominfo Sediakan 2 Media Center
“Melalui ODA Project ini, saya berharap program ini dapat mendukung pengembangan UKM di Indonesia melalui adopsi dan penerapan teknologi smart manufacture/smart factory,” kata Hanung.
Selanjutnya, project ini akan diimplementasikan melalui hibah mesin dan peralatan pendukung adopsi smart factory bagi UKM (ada modifikasi peralatan konvensional menjadi lebih smart).
Kemudian juga sektor serta pelatihan sumber daya manusia (SDM) melalui pendanaan multiyear dari Korea, agar menghasilkan produk dan jasa yang sesuai keperluan dan spesifikasi baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.
“Sebagai lembaga sertifikasi UMKM di Korsel, kami berharap INNOBIZ dapat membantu pemerintah Indonesia dalam mengembangkan skema, riset, serta kebijakan berkaitan dengan sertifikasi UMKM, yang implementatif dan sesuai dengan ekosistem usaha di Indonesia,” harapnya.
Baca juga : Transformasi Digital Berjalan Mulus, BRI Sukses Rebut Hati Anak Kota
Ke depan, adanya sertifikasi yang dimiliki oleh pelaku UMKM dan wirausaha ini dapat menjadi modal bagi mereka untuk bisa mendapatkan berbagai kemudahan. Termasuk dalam mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga perbankan, dan sumber alternatif pembiayaan lainnya, yang berbasis pada credit scoring. Di kesempatan yang sama,
Policy Head of INNOBIZ Institute Sejong Kim mengatakan, tujuan dalam proyek ini untuk membuat UKM Indonesia menuju industri 4.0. Pihaknya juga ingin membuka kerja sama pembanginan smart factory termasuk pengembangan SDM. Salah satunya dalam kerja sama ini ungkap Sejong Kim, akan dibangun pusat layanan smart factory.
Sementara dari sisi pelatihan dan pengoperasian smart factory akan bekerja sama dengan Bina Nusantara (Binus) University melalui pengembangan kurikulum maupun manajemen teknologi. Serta bagaimana mengimplementasi smart factory dengan best practices yang sudah ada di Korsel.
“Dalam tiga tahun terakhir, kami berhasil membangun 30 ribu smart factory UKM di Korsel. Mereka yang telah berhasil ini akan berbagi pengalaman dan bertukar informasi. Bahkan bagi 30 UKM yang berhasil nanti di Indonesia, selesai pendidikan bisa diperkenalkan dengan perusahaan Korsel dan studi banding,” jelasnya.
Baca juga : Antisipasi Kenaikan Harga Beras Di Jateng, Ganjar Akan Kontrol Hasil Panen
Sejong Kim mempaparkan, dalam prosesnya, INNOBIZ sebagai mitra Kemenkop UKM untuk PCP berjudul Project for supporting the transformation of Indonesian Factory Sharing by adopting Smart Factory concept and training specialized manpower. ASEM-SME Eco-Innovation Centre (ASEIC) sebagai mitra Kemenkop UKM untuk PCP Berjudul ‘Capacity Building Program for Green Transition of Indonesian SMEs.’
Kemenkop UKM telah mengusulkan Binus University sebagai kampus yang akan menjadi lokasi pembangunan Smart Factory Support Center, sebagai lokasi pelatihan/workshop bagi operator Smart Factory serta Small/Mid-sized Demo Smart-Factory.
“Sementara dari sisi pendanaan untuk proposal Project for supporting the transformation of Indonesian Factory Sharing by adopting Smart Factory concept and training specialized manpower, telah resmi di setujui oleh Pemerintah Korea pada Januari 2023,” ujar Sejong Kim. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.