RM.id Rakyat Merdeka - Perum Bulog telah melakukan sejumlah perbaikan untuk meningkatkan serapan sebelum memasuki musim panen raya.
Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/3).
Salah satu perbaikannya, kata dia, Bulog membangun pabrik penggilingan padi modern atau modern rice milling plant (MRMP) di 13 lokasi yang dilengkapi sejumlah mesin yang bisa digunakan untuk mengolah gabah dari mulai penerimaan, pengeringan, hingga color sorter.
Baca juga : Fadel Dorong Pemda Punya Branding Kuat Tingkatkan Potensi Daerah
Kata dia, dengan adanya MRMP ini memungkinkan Bulog untuk bisa menyerap gabah dari petani atau gapoktan. “Jadi, peluang Bulog menambah serapannya semakin besar karena tidak hanya mengandalkan pasokan dari penggilingan, tetapi juga bisa langsung turun menyerap gabah petani," ujarnya.
Menurut dia, Bapanas juga meminta Bulog untuk melakukan jemput bola dan melakukan contract farming dengan gapoktan-gapoktan agar hasil produksi petani bisa langsung disalurkan ke Bulog. Upaya tersebut dinilainya dapat meningkatkan serapan sekaligus menjaga harga dasar di tingkat petani tidak jatuh.
"Kondisi yang sering ditemui, petani agak kesulitan langsung masuk ke Bulog di antaranya karena kondisi lokasi lahan pertanian yang sulit dijangkau, sehingga ke depan kita arahkan Bulog untuk jemput bola. Langkah tersebut menambah saluran penyerapan gabah/beras ke Bulog," katanya.
Baca juga : BPS: Kementan Berperan Besar Tingkatkan Luas Panen 2022
Selain perbaikan dari sisi pembangunan fasilitas produksi dan strategi jemput bola, Arief menegaskan, dari sisi produksi dan kualitas produk pun, Bulog telah mengalami banyak perbaikan. Kualitas produk beras Bulog saat ini telah jauh berbeda dan semakin baik. Hal tersebut dibuktikan saat pelaksanaan stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP), beras SPHP Bulog telah masuk dan tersedia di modern market.
“Kita tahu modern market memiliki standar yang ketat terhadap kualitas," jelasnya.
Kemudian, dalam waktu dekat juga Bulog akan dibekali regulasi baru terkait harga pembelian pemerintah (HPP). Dengan HPP terbaru tersebut, diharapkan Bulog akan memiliki harga yang baik untuk menyerap sehingga turut berkontribusi menjaga keseimbangan harga gabah di tingkat petani, pedagang, dan konsumen.
Baca juga : Bapanas Dinilai Keliru Perkirakan Produksi Beras 2023
Menurut dia, Bulog siap memperkuat perannya dalam ekosistem perberasan nasional. Ke depannya, berbagai penugasan pemerintah terkait hilirisasi siap dijalankan Bulog. “Masyarakat tidak perlu ragu menggunakan produk beras Bulog, begitu juga penggilingan padi diharapkan dapat terus meningkatkan sinergisitasnya dengan Bulog," tukasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.