BREAKING NEWS
 

Raup Laba Bersih Rp 15,56 Triliun

Top, Kinerja BRI Tetap Kinclong

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 28 April 2023 07:30 WIB
Direktur Utama (Dirut) BRI Sunarso. (Foto: Tangkapan Layar).

 Sebelumnya 
BOPO tercatat 64,47 persen, semakin baik dibandingkan BOPO pada kuartal I-2022 sebe­sar 68,26 persen.

Rasio CER juga tercatat sema­kin membaik dari 45,68 persen di akhir kuartal I-2022 menjadi 42,69 persen di akhir kuartal I-2023, dan CIR semula 42,23 persen menjadi 41,83 persen, yang artinya semakin efisien.

Dengan pertumbuhan bisnis dan profitabilitas yang kuat tersebut, BRI mampu men­jaga rasio keuangan pada level yang baik. Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank berada pada level 84,94 persen, menunjuk­kan kondisi likuiditas masih sangat memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.

Baca juga : Melonjak 47,65 Persen, Laba BSI Tembus Rp 1,46 Triliun Per Maret 2023

“BRI mampu menjaga kondisi permodalan yang kuat dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) mencapai 24,98 persen berada di atas minimum ketentuan regula­tor yang sebesar 17,5 persen (setelah memperhitungkan im­plementasi Basel 3) dan risk appetite perusahaan sebesar 19 persen,” rinci Sunarso.

Dengan rasio kecukupan modal yang sangat memadai terse­but, sambungnya, BRI mampu mengantisipasi seluruh risiko utama yang terjadi dalam pengelolaan bank baik risiko pasar, risiko kredit maupun risiko operasional. Serta mendukung pertumbuhan bisnis ke depan secara jangka panjang.

Sunarso optimistis perlam­batan dan gejolak ekonomi global di tahun 2023 tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian domestik, dengan potensi resesi sebesar 2 persen di tahun 2023. Keya­kinan itu berdasarkan prediksi dari BRI dengan menggunakan metode Markov Switching Dy­namic Model (MSDM).

Baca juga : Top, BRI Raup Laba Bersih Hingga Rp 15,56 Triliun Di 3 Bulan Pertama 2023

Metode ini memperkuat evalu­asi dan analisa Bloomberg sebelumnya, serta telah terbukti secara akurat pada kasus terdahulu seperti memproyeksi resesi di Indonesia pada ASEAN Financial Crisis tahun 1998 dan saat pan­demi Covid-19 pada 2020 lalu.

Karena itu, pihaknya yakin In­donesia akan mampu bertahan dari ancaman risiko resesi. Sehingga prospek dan kinerja industri per­bankan khususnya BRI juga akan lebih baik di tahun 2023.

“Kredit BRI kami proyeksi­kan mampu tumbuh di level 10 hingga 12 persen dan didukung oleh pertumbuhan pada segmen UMKM khususnya Mikro dan Ultra Mikro,” tuturnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense