BREAKING NEWS
 

Resmi Melantai Di BEI

Kencana Energi Lestari Siap Genjot Pengembangan Usaha Hydro Power Plant

Reporter : FAJAR EL PRADIANTO
Editor : FAZRY
Senin, 2 September 2019 19:48 WIB
Direktur Utama PT Kencana Energy Lestari Henry Maknawi (kiri) bersama Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Nyoman Gede Yetna disela acara pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (02/09).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kencana Energi Lestari Tbk berhasil merealisasikan targetnya untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester dua Tahun 2019.

Langkah perusahaan mengelar pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO), ini menambah deretan perusahaan, menjadi yang ke 33 di Bursa pada tahun 2019.

Direktur Utama PT Kencana Energi Lestari Tbk Henry Maknawi menjelaskan dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan untuk menggenjot kinerja perusahaan.

Dana IPO dialokasikan sekitar 55 persen untuk mendukung pengembangan usaha hydro power plant dan energi terbarukan lainnya lalu sekitar 25 persen untuk modal kerja.

Baca juga : Hadiri Kongres V Di Bali, Antasari: Siapa Capres Banteng Pasca Jokowi ?

"Lalu sekitar 20 persen untuk belanja modal” ujar Henry dalam keterangan persnya, Senin (2/9).

Perseroan melepas sebanyak 733.262.500 (tujuh ratus tiga puluh tiga juta dua ratus enam puluh dua ribu lima ratus) lembar saham pada penawaran umum perdana saham ini.

Adsense

Besaran lembar tersebut setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan setelah penawaran umum perdana saham dengan harga penawaran Rp 396,- per saham.

Sehingga dana yang berhasil dihimpun adalah sebesar Rp 290.371.950.000. Perseroan menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi dalam IPO ini.

Baca juga : Kencana Energi Lestari Konsisten Kembangkan Energi Terbarukan

Adapun masa penawaran umum sudah dilakukan sejak tanggal 23 - 27 Agustus 2019. Pada masa penawaran umum perdana, saham Perseroan mengalami oversubscribed sebanyak 47 kali.

Bersamaan dengan penawaran umum perdana saham, Perseroan mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau Program ESA) sebanyak 0.17 persen dari jumlah saham yang ditawarkan atau sebanyak 1.262.600 lembar saham.

Direktur Keuangan Perseroan Giat Widjaja menerangkan kinerja keuangan Perseroan terus meningkat dari tahun ke tahun. Capaian itu terbukti pada pendapatan perseroan untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2019 yakni sebesar 5.687.167 dolar AS, atau meningkat sebesar 3,37 persen (185.391 dolar AS) dibandingkan pendapatan untuk periode 3 (tiga) bulan yang berakhir 31 Maret 2018 sebesar 5.501.776 dolar AS.

Hingga saat ini, perusahaan memiliki tiga proyek hydro power plant di Sumatera dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 49 MW.

Baca juga : Indonesian Tobbaco Pede Bisnis Makin Moncer

Dari jumlah tersebut, proyek PLTA Pakkat berkapasitas 18 MW telah beroperasi di Sumatera Utara sejak awal tahun 2018, proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW di Bengkulu yang sedang proses komisioning pada bulan Agustus – September 2019, serta proyek PLTM Madong berkapasitas 10 MW yang sedang dalam tahap persiapan konstruksi dan berlokasi di Tana Toraja, Sulawesi Selatan. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense