Sebelumnya
Dari semua upaya tersebut, kata dia, penting juga untuk mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN sebagai satu-satunya penyedia listrik, mengganti batubara dengan energi baru terbarukan.
“Kita bisa tunjukkan, bahwa dari hulu sampai hilir, kendaraan listrik ini menggunakan energi bersih. Ironis, kalau hilir bersih, hulunya kotor. Makanya, harus komprehensif,” ingatnya.
Terpisah, Data Analyst Continuum Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Wahyu Tri Utomo mengungkapkan, Pemerintah sudah memberlakukan pemberian subsidi kendaraan listrik sejak 1 April 2023. Kendaraan motor listrik dapat subsidi sebesar Rp 7 juta per unit dan roda empat dapat Rp 70 juta-Rp 80 juta per unit.
Baca juga : Cegah Kebocoran Data Pribadi Dengan Tingkatkan Literasi Digital
“Saat diaplikasikan kebijakan itu muncul pro dan kontra. Salah satunya, banyak yang ingin agar subsidi itu dialihkan ke transportasi publik,” kata Wahyu dalam diskusi publik bertema Subsidi Mobil Listrik: Insentif untuk yang Berdaya Beli?’ secara online pada Minggu (21/5).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Continuum di media sosial, khususnya Twitter dalam rentang lima hari, yaitu dari 8 Mei-12 Mei 2023, sebanyak 67,17 dari 15.139 akun warganet menyetujui pengalihan subsidi ini untuk kendaraan umum berbasis listrik.
“Manfaatnya (subsidi) akan lebih luas, karena langsung menyentuh masyarakat umum, daripada subsidi ke sebagian pihak, yang sebtulnya tidak membutuhkan subsidi,” katanya.
Baca juga : Kendaraan Listrik Akan Dikembangin Di ASEAN
Di samping itu, ada sekitar 20 persen warganet yang mendukung subsidi kendaraan listrik tersebut sebagai pemantik untuk menumbuhkan industri kendaraan listrik di Indonesia.
“Subsidi mobil Electric Vehicle (EV) ini adalah solusi tepat untuk masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak menjadi listrik, agar bisa mengurangi emisi karbon,” sebutnya.
Yakinkan Masyarakat
Baca juga : Direksi Pos Indonesia Berkomitmen Terkirim Sesuai Jadwal
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meyakinkan masyarakat agar beralih dari kendaraan bahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Pasalnya, selain lebih ramah lingkungan, ekosistem kendaraan listrik di Indonesia saat ini juga sudah komprehensif.
Untuk itu, perusahaan BUMN hadir untuk mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Salah satunya menghadirkan baterai kendaraan listrik hasil produksi Indonesian Batery Coorporation (IBC) lewat booth #PakaiMolis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.