Sebelumnya
Selain itu, IBC berupaya membentuk pasar dan ekosistem baterai EV Indonesia secara proaktif, terus membangun kemampuan dan memperluas daya saing untuk menjadi perusahaan kelas dunia, serta mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai basis produksi baterai dan EV di ASEAN.
"Kami berharap, agar kerja sama yang baik ini bisa menjadi awal yang baik. Dengan demikian, kerja sama tersebut akan memberi manfaat besar untuk Indonesia," ujarnya.
Hendi menambahkan, hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi industri kendaraan bermotor roda dua bertenaga listrik atau electric two-wheeler (E2W).
Terdapat setidaknya 125 juta kendaraan bermotor di Indonesia. Bahan bakar fosil yang saat ini digunakan akan mengalami transisi menjadi clean energy.
Pemerintah sendiri memiliki target untuk mengadopsi E2W, yaitu menargetkan 6 juta pada 2025, 9 juta di tahun 2030, dan 12 juta pada 2035," kata Hendi.
Pelanggan juga memiliki ekspektasi tersendiri terkait E2W, yaitu seputar keamanan, total biaya kepemilikan, serta kekhawatiran jarak tempuh mengemudi.
Baca juga : Herbalife Gelar Program Global Month of Purpose Di 5 Kota
Perihal keamanan, pelanggan memiliki kekhawatiran tentang keamanan kendaraan dalam beberapa kondisi, seperti saat banjir, kecelakaan, dan lainnya.
Pelanggan juga berekspektasi agar total biaya kepemilikan sepeda motor listrik perlu diturunkan lebih rendah dari motor dengan sistem pembakaran internal combustion engine (ICE).
Selain itu, pelanggan juga khawatir dengan jarak tempuh sepeda motor listrik yang masih lebih rendah dari jarak tempuh motor ICE.
Untuk menjawab ekspektasi pelanggan tersebut, perlu adanya kepatuhan terhadap standar, inovasi model bisnis, serta infrastruktur E2W.
"Penting untuk memastikan semua komponen E2W telah sesuai dengan standar umum yang berlaku, seperti UNR136, SNI, ISO, dan lainnya," jelas Hendi.
Sebuah inovasi model bisnis tertentu juga bisa diterapkan, seperti menjual motor listrik tanpa baterai. Baterai yang digunakan nantinya berdasarkan sistem sewa.
Baca juga : RI-Korea Komit Bangun Ekosistem ICT Bawa UKM Indonesia Go Global
Terkait infrastruktur E2W, perlu adanya standarisasi SPBKLU, SPKLU, serta baterai menjadi E2W terbuka dan terpadu ekosistem, sehingga pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara masif oleh para pelaku industri. Dengan infrastruktur yang memadai, jarak tempuh bukan lagi menjadi kendala.
Sementara, menurut Direktur Utama IBC Toto Nugroho, sejauh ini inisiatif layanan manajemen aset baterai telah dilakukan melalui dua kali MoU, yakni pada 23 Maret 2023 dan 12 Juni 2023.
Langkah tersebut menghasilkan Battery Energy Swap Technology by IBC yang menjadi pengoperasian pertukaran baterai kendaraan roda 2 EV pertama yang dapat dioperasikan secara global.
“Beberapa kelebihannya, yaitu dapat mengurangi jangkauan dan kecemasan swap atau charging station, uang muka lebih rendah, meminimalkan investasi infrastruktur, kemudahan pengoperasian dan perawatan, serta manajemen big data dan integrasi sistem pembayaran,” ungkap Toto.
Di satu sisi, kolaborasi antara Konsorsium BUMN China (Fulcrum), BUMN Indonesia, dan Swasta, menghasilkan Battery Asset Management Services (BAMS).
BAMS merupakan platform ekosistem motor listrik terbuka dan terpadu yang menyediakan baterai, swapping & charging station, dan aplikasi yang bisa digunakan berbagai merek motor listrik, termasuk motor listrik konversi.
Baca juga : Kemenkominfo Perpanjang SK PANDI Sebagai Registri Domain Indonesia
Dalam kegiatan tersebut, Menteri BUMN, Erick Thohir juga meluncurkan Indonesia Incorporated (Inc) dengan peresmian kantor bersama BUMN. Kantor tersebut berada di salah satu bagian yang menyatu dengan Kantor BNI Cabang Hong Kong di Far East Finance Center, 16 Harcourt Rd, Admiralty, Hong Kong.
“Harapannya hadirnya Indonesia Incorporation ini mampu memantapkan posisi BUMN dalam persaingan global,” kata Erick.
Ia berpendapat, selama bertahun-tahun telah menyaksikan perkembangan BUMN yang begitu luar biasa, baik di pasar domestik maupun global.
Untuk itu, BUMN diharapkan dapat memanfaatkan kekuatan dan kapabilitasnya agar kemitraan strategis dan investasi ke Indonesia semakin terbuka lebar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.