Sebelumnya
Dalam forum ini, kata dia, Pemerintah ingin mendorong kolaborasi yang inklusif dan konkret antar lembaga publik, swasta dan BUMN.
Karenanya, pembahasan forum ini akan difokuskan pada tiga bidang penting, yaitu infrastruktur hijau dan rantai pasokan yang andal, transformasi digital dan ekonomi kreatif, serta pembiayaan inovatif dan berkelanjutan.
"Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia melalui BUMN secara aktif menjalin kerja sama dengan mitra global. Termasuk, membentuk aliansi strategis untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik, memperluas interkonektivitas lintas negara, serta berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur regional," beber Erick.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, tiga fokus utama PLN dalam forum AIPF adalah mendorong kerja sama antara negara maupun private sector untuk mewujudkan misi ASEAN dalam interkoneksi sistem kelistrikan.
Baca juga : PLN Paparkan Green Enabling Supergrid Hingga Rampungnya PLTS Terapung Cirata
Saat ini, pihaknya sedang membangun green enabling supergrid yang dilengkapi smartgrid dan flexible generations.
“Karena adanya ketidaksesuaian, antara lokasi energi terbarukan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan, serta jauh dari pusat demand yang berada di Jawa, maka kita rancang skenario Green Enabling Supergrid," jelasnya.
Sehingga, potensi EBT yang tadinya tidak bisa dimanfaatkan, ke depan menjadi termanfaatkan.
"Selain itu, tentunya akan mampu membangkitkan kawasan dengan memunculkan episentrum ekonomi baru," katanya.
Baca juga : Di Ajang AIPF 2023, PLN Tampilkan Proyek PLTS Terapung dan Upaya Transformasi Digital
Sementara untuk ASEAN Power Grid, PLN telah sepakat dengan dua perusahaan listrik asal Malaysia, Sabah Electricity Sdn Bhd untuk mengembangkan interkoneksi Kalimantan-Sabah dan Tenaga Nasional Berhad untuk mengembangkan interkoneksi Sumatera-Semenanjung Malaysia.
Yakni, melalui penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) pada acara ASEAN Ministers on Energy Meeting (AMEM) ke-41 dan ASEAN Energy Business Forum (AEBF) di Bali 25 Agustus lalu.
“Kami yakin, mimpi besar ASEAN Power Grid ini dapat membawa kesejahteraan bagi negara-negara Asia Tenggara. Impian ini, tentunya dapat dicapai melalui kolaborasi,” tuturnya.
Pihaknya juga mendukung penuh langkah Pemerintah, menjadi inisiator dalam transisi energi di komunitas negara-negara Asia-Pasifik. Menurutnya, pembangunan PLTS Terapung Cirata menjadi salah satu bukti konkret komitmen Indonesia dalam pengembangan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.
Baca juga : Dukung Pencegahan Stunting, Super Bubur Raih Penghargaan
Darmawan memaparkan, PLTS Terapung Cirata berkapasitas 192 MWp (megawatt peak) dibangun PLN berkolaborasi dengan perusahaan energi Masdar dari Uni Emirat Arab, saat ini tengah memasuki proses finalisasi.
PLTS yang menempati area seluas 200 hektar ini, sambung dia, akan menghasilkan energi sebesar 245 juta kWh (kilowatt hour) per tahun dan dapat memasok listrik setara untuk 50.000 rumah tangga.
"Ini juga menjadi bukti, bahwa PLN mampu menghadirkan skema kerja sama investasi yang menarik. Sehingga, mampu mendorong minat investor untuk mengembangkan proyek EBT di wilayah lain,” pungkas Darmawan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.