BREAKING NEWS
 

Teten: Transformasi Digital UMKM Bukan Hanya Pindah Jualan Ke Online, Lebih Dari Itu!

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Kamis, 5 Oktober 2023 18:45 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (tengah) di acara Indonesia Digital MeetUp IDM 2023, Festival Wirausaha Mudah di Gedung Smesco, Jakarta, Kamis (5/10). (Foto: Dok. Kemenkop UKM)

 Sebelumnya 
Sebanyak 22,1 juta UMKM telah melakukan onboarding digital. Namun setelah dipelajari kata Menkop UKM, bisa dikatakan transformasi digital masih belum terarah dan terlalu fokus di segmen hilir.

Sedangkan transformasi digital di sektor industri hulu seperti manufaktur, perkebunan, perikanan, kelautan hingga perikanan masih sangat rendah.

“Saya ambil contoh China. Kenapa China? Karena transformasi digital mereka yang paling sukses dan berdampak besar dalam ekonomi dalam negerinya,” ujarnya.

Kontribusi ekonomi digital ekonomi China terhadap PDB mencapai 41,5 persen, dan itu terbesar di dunia.

Amerika Serikat (AS) yang pertama kali mulai digital pada 1990-an dengan Microsoft dan Silicon Valley-nya hanya mencapai 10,3 persen kontirbusi ekonomi digitalnya ke PDB. Lebih kecil dibanding China.

“Kenapa China berhasil? Mereka membuat barang menggunakan smart factory dengan memanfaatkan teknoligi digital, AI (Artificial intelligence), IoT (Internet of Things), sehingga bisa begitu murah tetapi kualitas bagus dan mampu bersaing di global. Namun sayang, Indonesia belum bisa seperti itu,” katanya.

Baca juga : Lintasarta Dorong Akselerasi Transformasi Digital Bangun Industri Dalam Negeri

Selain sudah mengatur platform ya kita inginkan platfrom digital e-commerce ini juga terus mengembangkan bisnis model sistem yang jangka panjang tidak membunuh market dalam negeri yang akan melahirkan daya beli yang menurun sehingga mereka tidak bisa bisnis jangka panjang.

Adsense

“Saya kira itu kenapa kita yang pertama ingin mengatur platfrom mengatur model bisnis ya. Yang kedua kita juga mulai akan mengatur ada pengetatan barang barang impor yang dijual lewat online ya karena ini juga yang membuat produsen di dalam negeri tidak bisa bersaing, bukan mereka belum pindah ke digital,” ucapnya.

Padahal sambung Teten, Indonesia dan negara-negara ASEAN memiliki kekuatan blue dan green economy yang kuat. Mulai dari rempah-rempah, rumput laut, udang, kopi hingga karet dan sumber daya alam (SDA) lainnya.

Namun lagi-lagi kata Teten, sektor tersebut masih belum berkembang dan membutuhkan aplikasi teknologi digital dengan membangun big data, yang mengagregasikan small produsen dengan market.

Ia menyebutkan, aplikasi unicorn e-Fishery misalnya, mereka sukses memperbesar bisnis pertambakan ikan dengan menggunakan AI sehingga menghasilkan produksi yang sangat besar, bahkan bisa mensuplai pasokan di dalam negeri dan dunia.

Jika sudah teragregasi, memudahkan pembiayaan dan buyer untuk masuk. Untuk menjadi negara maju, minimum pendapatan per kapita mencapai 13.000 dolar AS.

Baca juga : PPATK Sebut Transaksi Terkait Judi Online Mencapai Rp 200 Triliun!

Sementara hari ini, pendapatan per kapita masyarakat Indonesia baru mencapai 4.500 dolar AS selama 30 tahun terakhir.

“Potensi negara kita sangat besar, tetapi jangan sampai terjebak di middle income trap. Untuk itu perlu disiapkan entrepreneur-entrepreneur yang digital dan memiliki produk kompetitif,” ujar Teten.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk memodernisasi bisnis UMKM lewat hilirisasi. Misalnya dengan membuat produk rumput laut yang dibentuk setengah jadi.

Indonesia Digital MeetUp (IDM) 2023

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LLP-KUMKM) atau Smesco Leonard Theosabrata mengatakan, IDM tahun 2023 diselenggarakan di Gedung Smesco Indonesia pada 5-6 Oktober 2023, menjadi satu-satunya event di Indonesia yang berisikan solusi-solusi digital bagi UKM yang ingin scaling-up bisnisnya.

“Dalam rangkaian Exhibition Day di IDM 2023 akan menjadi tempat showcasing ekosistem kemudahan berwirausaha untuk mendukung target pencapaian rasio 4 persen jumlah wirausahawan pada 2024, sekaligus menuju Indonesia Emas Tahun 2045,” ucapnya.

Baca juga : Genjot Transformasi Digital, Bank DKI Jadi Mitra Terbaik Daerah

Terdapat 80 booth/tenant perusahaan dengan beragam jenis kemudahan yang akan didapat oleh pengunjung. Terdiri dari Kemudahan Perizinan (Zona 1) yang berisikan Pusat Layanan UKM Smesco (kemudahan badan usaha, BPOM, Halal, Haki Merek, dan lain-lain.

Kemudahan Produksi (Zona 2), berisi Perusahaan makloon seperti kosmetik, skincare, minuman kecantikan, minuman Kesehatan, herbal, F&B, clothing, sepatu, dll.

Di dalamnya termasuk Perusahaan kemasan, label dan desainnya. Kemudian Kemudahan Logistik (Zona 3), berisi aggregator logistik, perusahaan ekspedisi, transportasi, warehousing.

Kemudahan marketing (Zona 4) berisikan marketing agency, live streaming agency, SEO company, programmatic ads, kelas online dan lainnya.

Kemudahan Enabler-Platform SAAS (Zona 5) berisikan Perusahaan hosting/domain, CRM platform, ticketing platform, checkout platform. Serta Kemudahan pembiayaan (Zona 6), berisikan perbankan, koperasi dan digital bank. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense