Sebelumnya
Sementara itu, supervisi di Blok S18 ditangani oleh PT Teknologi Biota pada luasan 16,10 ha dengan varietas padi Mantab.
Terakhir, Blok S17 di lahan seluas 15 ha. Blok ini menggunakan teknologi MSP-65 dan telah memperoleh hasil ubinan oleh BPS Kabupaten Subang, dengan produktivitas di atas 6 ton per hektar.
“Melalui Dem Area ini, kita dapat menciptakan area pertanian efisien dan produktif dengan menciptakan budidaya terbaik,” katanya.
Bahkan, Dem area ini juga menjadi momentum untuk transfer knowledge bagi para petani untuk mendapat pengetahuan teknologi budidaya, yang dapat meningkatkan produktivitas hasil panen.
“Dengan begitu, hal ini dipastikan bisa mendukung pemenuhan stok pangan nasional,” katanya.
Baca juga : Mardiono Dan Ganjar Sepakat Bersama Menangkan Pilpres Dan Pileg
Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapresiasi, sinergitas yang terbangun untuk menciptakan ekosistem pangan yang terintegrasi hulu hilir.
“Kami masuk dalam ekosistem pangan nasional di sisi hulu, berupa pengembangan varietas. Termasuk di dalamnya, penelitian budidaya hingga teknologi pasca panen,” bebernya.
Pasalnya, rantai hulu hilir ini tidak boleh terputus dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk mengimplementasikannya. “Dengan begitu, ini akan menjadi kekuatan ekonomi kita ke depan,” sambungnya.
Terpisah, peneliti Center for Indonesian Policy Study (CIPS) Azizah Fauzi menilai, modernisasi atau pun transformasi pertanian melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan lintas sektor, perlu terus didukung untuk mewujudkan produksi pangan yang lebih efisien dan petani yang sejahtera.
Apalagi, di tengah kondisi dunia yang kian dibayangi krisis pangan, seharusnya hal ini menjadi perhatian semua pihak untuk mentransformasikan sistem pangan dan pertanian ke depannya.
Baca juga : Unas dan Pembag Anambas Perekuat Ekowisata dengan Pekat Maritim
“Kita harus memastikan, petani mampu bersaing, produktif dan memiliki akses pada teknologi dan semua itu penting untuk dapat mensejahterakan mereka,” tegasnya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dikatakannya, modernisasi pertanian tidak hanya soal melibatkan mekanisasi, teknologi, peningkatan dan perbaikan infrastruktur pertanian. Namun, juga dengan adopsi sistem budidaya yang berkelanjutan.
Selain itu, modernisasi juga seharusnya mencakup peningkatan riset pertanian untuk mewujudkan pangan yang lebih bermutu dan bergizi.
“Serta, menjawab tantangan krisis iklim dengan menemukan tanaman pangan yang lebih tahan terhadap kekeringan atau banjir,” ucap Azizah.
Ia berharap, Pemerintah menyadari bahwa petani memainkan peran penting dalam menekan kelaparan, dengan menghasilkan pangan yang dibutuhkan. Meskipun, kebanyakan petani dan keluarganya masih belum sejahtera.
Baca juga : Bank DKI Dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah
“Saat ini, tidak hanya penting untuk memastikan pertanian mampu menjawab tantangan penyediaan pangan dunia dan menghadapi krisis iklim. Tetapi, juga menyediakan pendapatan yang mampu mensejahterakan petaninya,” tegasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 22/10/2023 dengan judul Sokong Stok Beras Nasional, ID Food Dan NFA Perkuat Ekosistem Perberasan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.