Dark/Light Mode

Sokong Stok Beras Nasional

ID Food Dan NFA Perkuat Ekosistem Perberasan

Minggu, 22 Oktober 2023 07:20 WIB
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi (ketiga kiri) dalam panen bersama dengan PT Sang Hyang Seri anggota Holding BUMN Pangan ID FOOD dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Dem Area Pembudidayaan Benih Unggul di Lahan milik PT Sang Hyang Seri, Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (20/10/2023). (ANTARA/HO-PT Sang Hyang Seri)
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi (ketiga kiri) dalam panen bersama dengan PT Sang Hyang Seri anggota Holding BUMN Pangan ID FOOD dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Dem Area Pembudidayaan Benih Unggul di Lahan milik PT Sang Hyang Seri, Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Jumat (20/10/2023). (ANTARA/HO-PT Sang Hyang Seri)

 Sebelumnya 
Sementara itu, supervisi di Blok S18 ditangani oleh PT Teknologi Biota pada luasan 16,10 ha dengan varietas padi Mantab.

Terakhir, Blok S17 di lahan seluas 15 ha. Blok ini meng­gunakan teknologi MSP-65 dan telah memperoleh hasil ubinan oleh BPS Kabupaten Subang, dengan produktivitas di atas 6 ton per hektar.

“Melalui Dem Area ini, kita dapat menciptakan area per­tanian efisien dan produktif dengan menciptakan budidaya terbaik,” katanya.

Bahkan, Dem area ini juga menjadi momentum untuk transfer knowledge bagi para petani untuk mendapat pengetahuan teknologi budidaya, yang dapat meningkat­kan produktivitas hasil panen.

“Dengan begitu, hal ini dipasti­kan bisa mendukung pemenuhan stok pangan nasional,” katanya.

Baca juga : Mardiono Dan Ganjar Sepakat Bersama Menangkan Pilpres Dan Pileg

Sementara itu, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengapre­siasi, sinergitas yang terbangun untuk menciptakan ekosistem pangan yang terintegrasi hulu hilir.

“Kami masuk dalam ekosistem pangan nasional di sisi hulu, berupa pengembangan varietas. Termasuk di dalamnya, pene­litian budidaya hingga teknologi pasca panen,” bebernya.

Pasalnya, rantai hulu hilir ini tidak boleh terputus dan mem­butuhkan kerja sama dari semua pihak untuk mengimplementa­sikannya. “Dengan begitu, ini akan menjadi kekuatan ekonomi kita ke depan,” sambungnya.

Terpisah, peneliti Center for Indonesian Policy Study (CIPS) Azizah Fauzi menilai, moderni­sasi atau pun transformasi per­tanian melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan lintas sektor, perlu terus didukung untuk mewujudkan produksi pangan yang lebih efisien dan petani yang sejahtera.

Apalagi, di tengah kondisi dunia yang kian dibayangi krisis pangan, seharusnya hal ini men­jadi perhatian semua pihak untuk mentransformasikan sistem pang­an dan pertanian ke depannya.

Baca juga : Unas dan Pembag Anambas Perekuat Ekowisata dengan Pekat Maritim

“Kita harus memastikan, pet­ani mampu bersaing, produk­tif dan memiliki akses pada teknologi dan semua itu penting untuk dapat mensejahterakan mereka,” tegasnya kepada Rak­yat Merdeka, kemarin.

Dikatakannya, modernisasi pertanian tidak hanya soal meli­batkan mekanisasi, teknologi, peningkatan dan perbaikan in­frastruktur pertanian. Namun, juga dengan adopsi sistem budi­daya yang berkelanjutan.

Selain itu, modernisasi juga seharusnya mencakup pening­katan riset pertanian untuk mewujudkan pangan yang lebih bermutu dan bergizi.

“Serta, menjawab tantangan krisis iklim dengan menemu­kan tanaman pangan yang lebih tahan terhadap kekeringan atau banjir,” ucap Azizah.

Ia berharap, Pemerintah me­nyadari bahwa petani memainkan peran penting dalam menekan kelaparan, dengan menghasilkan pangan yang dibutuhkan. Meskipun, kebanyakan petani dan ke­luarganya masih belum sejahtera.

Baca juga : Bank DKI Dan OJK Perkuat Literasi Keuangan Syariah

“Saat ini, tidak hanya penting untuk memastikan pertanian mampu menjawab tantangan penyediaan pangan dunia dan menghadapi krisis iklim. Tetapi, juga menyediakan pendapatan yang mampu mensejahterakan petaninya,” tegasnya.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu 22/10/2023 dengan judul Sokong Stok Beras Nasional, ID Food Dan NFA Perkuat Ekosistem Perberasan

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.