Sebelumnya
Pratama mengatakan, modus penipuan berupa pengiriman malware yang disamarkan dalam file yang berformat PDF, merupakan modus baru.
Ini merupakan kelanjutan dari modus pengiriman file dengan format APK yang ramai sebelumnya dan sudah tidak dianggap efektif oleh pelaku.
"Ekstensi file yang semula APK menjadi PDF untuk mengecoh korban, supaya bisa membuka file yang dikirimkan dan menginstall malware di perangkat mereka," paparnya.
Baca juga : Waspada Kiriman File PDF Via WhatsApp, Modus Baru Pencurian Data
Menurutnya, sebuah file memungkinkan untuk diubah ekstensinya dan hal ini akan mengecoh korban.
Dan korban menyangka bahwa file yang akan dibuka adalah sebuah dokumen, bukan sebuah aplikasi jahat atau malware yang sangat berbahaya bahkan bisa sampai menguras isi rekening dan dompet digital.
Tapi kata dia, perubahan ekstensi file dengan kombinasi huruf besar dan huruf kecil sebetulnya tidak mempengaruhi perangkat mengenali jenis file.
Baca juga : Banyak Siswa Ibu Kota Nggak Bisa Ambil Ijazah
Sehingga penulisan ekstensi dengan kombinasi huruf besar dan kecil seperti Pdf, pDf, pdF akan dikenali sebagai sebuah file dokumen, seperti file dengan ekstensi pdf dengan huruf kecil semua.
"Bahkan penyebaran informasi jika penipu menggunakan file dengan ekstensi gabungan antara huruf besar dan huruf kecil dapat dimanfaatkan oleh penipu dengan mengirimkan file APK yang dirubah ekstensinya menjadi pdf (huruf kecil semua), sehingga korban akan lebih percaya untuk membuka file tersebut karena ekstensi nya yang huruf kecil semua," kata Pratama.
Sebelumnya, beredar informasi di media sosial soal pencurian data elektronik atau phising dengan menggunakan file pdf.
Baca juga : Saran Pakar Siber Cara Menghindari Aksi Penipuan Di WhatsApp, Hati-hati!
Dalam informasi tersebut disampaikan, modus pencurian atau phising sudah berganti dari menggunakan file .apk menjadi .Pdf dengan huruf P besar.
Dalam informasi itu disebutkan file PDF asli menggunakan huruf kecil .pdf sementara yang palsu menggunakan P besar, yaitu .Pdf.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.