RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah terus menggenjot ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan perdagangan gandum. Salah satunya dengan melobi Australia untuk bersinergi mengembangkan kendaraan listrik dan gandum di Tanah Air.
Keseriusan Pemerintah menggenjot kendaraan listrik disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Senator Australia Don Farrell di Amerika Serikat (AS), Selasa (14/11/2023).
Pertemuan itu juga berbarengan dengan beberapa pertemuan bilateral dengan para menteri negara anggota Indo-Pacific Economy Framework (IPEF).
Baca juga : Menko Airlangga Dorong Kerja Sama Ekonomi Dan Percepatan Transisi Energi
Dalam pembicaraannya dengan Airlangga, Farrell mencermati perkembangan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-ACEPA) yang diharapkan semakin fokus pada kerja sama mengembangkan kendaraan listrik, perdagangan gandum dan perdagangan daging sapi.
“Kami telah berkunjung ke salah satu industri tepung terigu terbesar Indonesia di Makassar yang sebagian besar bahan baku gandumnya dari Australia. Ini menunjukkan tingginya kebutuhan gandum di Indonesia,” ungkap Farrell dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Kamis (16/11/2023).
Menanggapi hal tersebut, Airlangga juga mengatakan, Indonesia mengharapkan dukungan Australia dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan (food security). Khususnya kepastian pasokan gandum dan daging sapi.
Baca juga : Ketemu METI Jepang, Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi Dan Transisi Energi
Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, ancaman fenomena cuaca El Nino masih membayangi Indonesia dan dapat mempengaruhi ketahanan pangan nasional. Hal tersebut akan menyebabkan inflasi untuk harga-harga pangan.
“Namun, dengan adanya kerja sama perdagangan yang erat antara Indonesia dan Australia, akan dapat meminimalkan risiko tersebut,” katanya.
Sebagai negara dengan cadangan critical mineral terbesar dunia, Airlangga dan Farrell juga memiliki kesamaan pandangan bahwa critical mineral merupakan kepentingan bersama. Dan pembahasan ini merupakan elemen penting untuk transisi energi dan pengembangan EV di kedua negara.
Baca juga : Serpong Utara Juara Porkot Tangsel, Rivo: Langkah Awal Raih Prestasi Lebih Besar
Karenanya, Airlangga menyambut baik concern Australia di sektor EV. Mengingat hal tersebut sejalan dengan fokus Pemerintah Indonesia yang juga sedang mengembangkan ekosistem EV.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.