Dark/Light Mode

Bertemu Senator Negeri Kanguru Di AS

Airlangga Ajak Australia Investasi Energi Bersih

Jumat, 17 November 2023 07:10 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Senator Australia Don Farrell. Keduanya menggelar pertemuan bilateral di sela-sela acara Pacific Economy Framework (IPEF), di San Fransisco, Amerika Serikat (AS), Selasa (14/11/2023). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) berjabat tangan dengan Senator Australia Don Farrell. Keduanya menggelar pertemuan bilateral di sela-sela acara Pacific Economy Framework (IPEF), di San Fransisco, Amerika Serikat (AS), Selasa (14/11/2023). (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus menggenjot ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) dan perdagangan gandum. Salah satunya dengan melobi Australia untuk bersinergi mengembangkan kendaraan listrik dan gandum di Tanah Air.

Keseriusan Pemerintah menggenjot kendaraan listrik disampaikan Menteri Koordi­nator (Menko) Bidang Pereko­nomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Senator Austra­lia Don Farrell di Amerika Ser­ikat (AS), Selasa (14/11/2023).

Pertemuan itu juga berbarengan dengan beberapa pertemuan bilateral dengan para menteri negara anggota Indo-Pacific Economy Framework (IPEF).

Baca juga : Menko Airlangga Dorong Kerja Sama Ekonomi Dan Percepatan Transisi Energi

Dalam pembicaraannya dengan Airlangga, Farrell mencermati perkembangan Indonesia-Aus­tralia Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-ACEPA) yang diharapkan semakin fokus pada kerja sama mengem­bangkan kendaraan listrik, perda­gangan gandum dan perdagangan daging sapi.

“Kami telah berkunjung ke salah satu industri tepung terigu terbesar Indonesia di Makassar yang sebagian besar bahan baku gandumnya dari Australia. Ini menunjukkan tingginya kebu­tuhan gandum di Indonesia,” ungkap Farrell dalam keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Kamis (16/11/2023).

Menanggapi hal tersebut, Airlangga juga mengatakan, Indonesia mengharapkan du­kungan Australia dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan (food security). Khusus­nya kepastian pasokan gandum dan daging sapi.

Baca juga : Ketemu METI Jepang, Airlangga Bahas Kerja Sama Ekonomi Dan Transisi Energi

Ketua Umum Partai Gol­kar itu menjelaskan, ancaman fenomena cuaca El Nino masih membayangi Indonesia dan dapat mempengaruhi ketahanan pangan nasional. Hal tersebut akan menyebabkan inflasi untuk harga-harga pangan.

“Namun, dengan adanya kerja sama perdagangan yang erat antara Indonesia dan Australia, akan dapat meminimalkan risiko tersebut,” katanya.

Sebagai negara dengan cadangan critical mineral terbe­sar dunia, Airlangga dan Far­rell juga memiliki kesamaan pandangan bahwa critical mineral merupakan kepentingan bersama. Dan pembahasan ini merupakan elemen penting un­tuk transisi energi dan pengem­bangan EV di kedua negara.

Baca juga : Serpong Utara Juara Porkot Tangsel, Rivo: Langkah Awal Raih Prestasi Lebih Besar

Karenanya, Airlangga me­nyambut baik concern Australia di sektor EV. Mengingat hal tersebut sejalan dengan fokus Pemerintah Indonesia yang juga sedang mengembangkan eko­sistem EV.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.