Sebelumnya
Pengamat transportasi sekaligus Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, dengan semakin meningkatnya mobilitas masyarakat, maka potensi kecelakaan di masa Nataru 2024 dengan lonjakan mobilitas pemudik menjadi tantangan besar. Bahkan dianggap berat dalam pencegahan.
“Pergerakan jutaan kendaraan tersebut menantang dalam rekayasa lalu lintas agar lancar, terutama memberi keselamatan dan keamanan masyarakat,” kata Djoko
Djoko menyebut, ada 22 potensi yang tak terpisahkan, yakni kecelakaan karena wisata dan melewati pelintasan.
Baca juga : Jelang Libur Nataru, PLN Pastikan Suplai Listrik Jakarta Aman
“Kendaraan tak layak, tetapi masih dipakai. Tidak terampil tetapi (nekat) mengemudi, dan kurang waspada atau tidak patuh aturan akan meningkatkan risiko kecelakaan,” ujarnya.
Sebab itu, dia ingin masyarakat juga perlu mempertimbangkan musim hujan intensitas naik sebagai faktor lain yang memicu peningkatan potensi kemacetan dan kecelakaan.
Sebab, akses menuju lokasi wisata yang rentan terkena banjir, longsor, ambles, licin, berliku, menanjak dan menurun menjadi lebih berbahaya.
Baca juga : Prabowo: Koperasi Pilar Pembangunan Bangsa, Harus Diperkuat Dan Dikembangkan
Selain itu, kondisi jalan yang padat dan cenderung macet juga akan melelahkan fisik serta mental pengendara, sehingga kelelahan itu membuat proses pengambilan keputusan menjadi bias dan lebih berisiko.
“Jika mengemudi mengalami kelelahan, sebaiknya segera beristirahat di rest area jika di jalan tol. Atau mencari tempat yang nyaman, beristirahat jika di jalan non-tol,” tuturnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu 20/12/2023 dengan judul 107 Juta Orang Rayakan Nataru, Posko Diperketat, Mudik Kudu Lancar Dan Aman
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.