Sebelumnya
BKS juga memastikan, angkutan sembako tidak akan dilarang beroperasi selama Nataru. Namun, ada pembatasan pada hari puncak arus mudik dan balik.
“Pada hari tertentu dan jenis tertentu, ada pembatasan truk-truk pada hari H puncak mudik dan arus balik untuk mengurangi antrean kemacetan,” jelasnya.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Kemenhub, Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kendaraan angkutan barang yang dikecualikan dari pembatasan selain angkutan sembako adalah kendaraan yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) atau Bahan Bakar Gas (BBG), kendaraan pengangkut antaran uang, hewan dan pakan ternak, serta kendaraan yang mengangkut pupuk.
Baca juga : Jelang Libur Nataru, PLN Pastikan Suplai Listrik Jakarta Aman
Bagi angkutan lainnya yang akan melintas di jalan tol akan dibatasi mulai pada 22 Desember hingga 24 Desember. Lalu dilanjutkan pada 26-27 Desember pukul 08.00 waktu setempat.
Pembatasan juga berlaku pada 29-30 Desember dan dilanjutkan 1 Januari-2 Januari pukul 08.00 waktu setempat.
Kemudian, untuk jalan non tol akan dilakukan pembatasan pada 22-24 Desember dan 26-27 Desember, serta dilanjutkan pada 29-30 Desember dan 1-2 Januari.
Baca juga : Prabowo: Koperasi Pilar Pembangunan Bangsa, Harus Diperkuat Dan Dikembangkan
“Karenanya, kepada pengusaha angkutan mohon bertoleransi dan me-manage mumpung sekarang masih ada waktu untuk me-manage di hari-hari sebelumnya melakukan kegiatan ini,” ucapnya.
BKS menuturkan, kebijakan umum yang ditetapkan Pemerintah untuk menjalankan mudik Nataru dengan lancar aman dan selamat. Yakni, memastikan keberlanjutan pelayanan angkutan dengan menyiapkan cadangan sarana angkutan untuk melayani kebutuhan masyarakat yang meningkat.
“Jadi biasanya udara ada cadangan, kereta api ada cadangan. Tolong para regulator berkoordinasi dengan para operator untuk memastikan cadangan itu yang membuat koordinasi atau persiapan apabila terjadi ketidak-laikan penerbangan atau perjalanan bisa digantikan,” tuturnya.
Baca juga : Pemerintah Siapkan Tiga Strategi Jitu
Upaya lainnya adalah sosialisasi dengan menginfokan titik kemacetan, contra flow hingga pembentukan posko Nataru di berbagai sektor.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.