BREAKING NEWS
 

Salurkan Bansos Ke Pelosok, Pos Indonesia Manfaatkan Teknologi PGC

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Kamis, 28 Desember 2023 17:11 WIB
Presiden Jokowi saat menyalurkan BLT El Nino di Kantor Pos Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pos Indonesia memanfaatkan teknologi digital Pos Giro Cash (PGC) dalam menyalurkan bansos sampai ke daerah pelosok.

PGC merupakan aplikasi berbasis Android sebagai tools pembayaran yang bisa secara langsung mengirimkan konfirmasi ke basis data. Aplikasi ini terbukti memberikan dampak positif secara nyata akibat keterpurukan ekonomi masyarakat selama pandemi covid-19.

Saat ini, aplikasi PGC digunakan untuk mendistribusikan bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan ini termasuk dalam kriteria yang ditentukan oleh Kementerian Sosial.

Aplikasi ini juga berfungsi secara cepat dan tepat menyalurkan pembayaran dari satu pihak ke pihak lain dan mampu masuk hingga ke daerah 3T (terdepan, tertinggal, terluar).

“Teknologi PGC ini adalah mobile apps untuk membantu para petugas merekam data para penerima bantuan El Nino. Jadi, setiap orang yang menerima bantuan akan difoto bersama uang dan KTP. Misalkan penerima diwakilkan, harus anggota keluarga yang berada di dalam satu kartu keluarga (KK). Dengan cara itu nanti laporan datanya akan sangat akurat dan detail,” ucap Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, Kamis (28/12/2023).

Baca juga : Jalankan Bisnis Berbasis ESG, PLN Indonesia Power Borong 13 Proper Emas KLHK

Termasuk geotagging lokasi penyaluran bantuan. Ini terkait dengan akuntabilitas. Jadi nanti saat bantuan El Nino diaudit oleh BPK, semua data dapat disajikan secara akurat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan. “Itulah gunanya teknologi digital dalam penyaluran bantuan,” kata Faizal.

Selain memanfaatkan teknologi digital, dengan ketersediaan cabang Kantorpos di lebih dari 4.800 lokasi se-Indonesia, Pos Indonesia mampu menyalurkan bantuan hingga ke pelosok wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal).

Dalam menyalurkan bantuan, Pos Indonesia juga menjalankan strategi mengerahkan tenaga juru bayar dengan menerapkan tiga metode, yaitu disalurkan di Kantorpos, dibagikan di komunitas, dan diantarkan langsung ke rumah penerima (door to door) bagi yang sedang sakit, lansia, maupun disabilitas. Ketiga metode tersebut terbukti efektif karena mampu menjangkau semua penerima dan penyaluran dapat diselesaikan tepat waktu.

Adsense

Pos Indonesia pun dikenal memiliki kemampuan dalam mengorkestrasi sumber daya eksternal untuk memaksimalkan penyaluran bantuan, yaitu dengan memanfaatkan multi moda transportasi darat, laut, dan udara, serta melibatkan tenaga kerja lokal guna mempercepat penyaluran.

Petugas Pos juga mampu mengoptimalisasi jejaring pemerintahan daerah untuk berkoordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah maupun pihak keamanan pada level provinsi hingga level RT guna menjamin kelancaran dan keamanan selama proses penyaluran bantuan. Dengan begitu semua penugasan penyaluran bansos dijamin tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah. 

Baca juga : Gibran Tegaskan Hilirisasi Solusi Konkret Perdagangan Antara Indonesia Dengan Negara Lain

Untuk diketahui, PT Pos Indonesia telah lama menjadi mitra pemerintah dalam menyalurkan beragam bansos. Mulai dari bansos sembako, BLT BBM, PKH, bansos Covid-19, hingga yang terbaru bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan BLT El Nino.

Pada penyaluran BLT El Nino, diketahui Pos Indonesia mendapat alokasi nasional 3.500.212. Sementara penyaluran CBP Tahap 1 Pos Indonesia menyalurkan  kepada 13.288.607 penerima dan saat ini sudah 100 persen tersalurkan. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi menyalurkan BLT El Nino di Kantor Pos Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Rabu (27/12/2023). "Bantuan BLT El Nino itu memang untuk menyuntik daya beli rakyat yang terkena kemarin super el nino karena banyak yang busuk, banyak yang produktivitasnya menurun sehingga kita harapkan dengan suntikan itu daya beli rakyat bisa menjadi kembali normal," ujar Presiden.

Meski saat ini belum terlihat, Presiden meyakini daya beli masyarakat akan meningkat setelah penyaluran BLT El Nino selesai dilakukan. Saat ini, penyaluran BLT El Nino masih terus dilakukan kepada sekitar 18 juta penerima manfaat. "Setelah penyalurannya selesai akan kelihatan daya beli rakyat akan meningkat seperti apa," kata Presiden.

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pun tampak bahagia bisa menerima bantuan. Salah satu KPM penerima BLT El Nino yaitu Ruswati. Perempuan berusia 71 tahun ini sehari-hari bekerja di ladang dengan penghasilan sangat rendah, hanya Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Diakui Ruswati pendapatannya jauh dari cukup.

Baca juga : Skandal Daihatsu, Distribusi Kendaraan Toyota Di Indonesia Kembali Normal

Bisa menerima BLT El Nino senilai Rp 400 ribu, Ruswati merasa bahagia. Uangnya akan ia gunakan untuk mencukup kebutuhan hidup sehari-hari. “Uang bantuan ini akan dipakai untuk belanja kebutuhan di dapur. Saya ingin bantuan ini terus berlanjut. Kalau bisa uangnya ditambah. Selain bantuan ini saya juga pernah terima bansos beras,” tuturnya.

KPM lainnya yang ditemui usai penyaluran BLT El Nino adalah Siti Nur Khafidah. Ia juga senang menerima BLT El Nino. 

Siti terdaftar sebagai KPM di data Kementerian Sosial. Oleh karena itu selain menerima BLT El Nino, sebelumnya perempuan berusia 36 tahun ini juga pernah mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense