BREAKING NEWS
 

Dapat Dukungan BNI, Kalaniwood Sukses Manfaatkan Limbah Jadi Craft

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Minggu, 31 Desember 2023 08:12 WIB
BNI terus berupaya menginspirasi UMKM agar naik kelas serta mengimplementasikan bisnis berkelanjutan. (Foto: Ilustrasi BNI)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI terus berupaya menginspirasi usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar naik kelas serta mengimplementasikan bisnis berkelanjutan.

Salah satu UMKM yang mendapat dukungan dari BNI adalah Kalaniwood yang fokus pada produk kerajinan.

Kalaniwood sukses mengubah limbah skateboard dan kayu menjadi berbagai macam produk kerajinan, seperti kacamata, jam tangan, hingga anting.

Owner Kalaniwood Suhardi Widayanto mengatakan, peluang bisnis tersebut muncul berawal dari kegemarannya pada olahraga skateboard.

Baca juga : Di Hadapan GMNI, Ganjar Berkomitmen Terus Perjuangkan Nasib Rakyat

Dia menyebut, pada tahun 2016 setelah mengundurkan diri dari tempat kerja sebelumnya, dirinya ingin membuat suatu bisnis.

Kemudian, muncul ide bisnis untuk memanfaatkan skateboard yang tidak terpakai untuk dijadikan produk kerajinan.

Dia mempelajari secara otodidak hingga dapat membuat produk-produk tersebut.

Adsense

"Kebetulan saya juga main skateboard dari dulu, ada barang-barang yang dulu saya kumpulin dan ga bisa dipakai. Yaudah dari situ berkreasi, otodidak, kita cari ilmu lewat situ, terus kita iseng iseng posting kalau ada yang mau. Sampai sekarang akhirnya berjalan," ujar Suhardi dalam keterangannya, Minggu (31/12).

Baca juga : Salurkan Bansos Ke Pelosok, Pos Indonesia Manfaatkan Teknologi PGC

Pada awalnya, Suhardi berkreasi membuat produk kacamata dan jam tangan. Kemudian, Ia juga memanfaatkan limbah kayu untuk membuat anting, cincin, hingga kancing baju.

Adapun, produk yang paling diminati di Kalaniwood adalah kacamata dengan berbagai bentuk hingga antre pre-order.

"Jenis itu kita biasanya kaya kacamata, jam tangan. Nah kan kayu ada limbahnya juga yang kecil-kecil itu biasanya kita pakai untuk bikin anting-anting, cincin, aksesoris kecil-kecil. Kadang kita maklon produk orang lain seperti kancing baju untuk produk lain," jelasnya.

Untuk pemasaran, Kalaniwood memanfaatkan platform digital, pameran, dan toko offline. Untuk tokonya sendiri dijadikan satu dengan workshop yang berlokasi di wilayah Dusun Menulis, Sumbersari, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Baca juga : Delegasi RI Kagum MUI Ukraina Sukses Tampilkan Islam Rahmatan Lil Alamin

"Kalau pemasaran kita ada online sama offline. Kalau online kan di media sosial, e-commerce. Kalau offline kita ikut pameran-pameran, dan kita nitip di Sarinah Jakarta," ucap Suhardi.

Suhardi pun mengapresiasi dukungan yang diberikan BNI terhadap Kalaniwood yang proaktif mengadakan dan mengundangnya dalam berbagai kesempatan showcasing.

"Pameran sangat membantu pelaku UMKM dalam memasarkan produknya, dan bertemu dengan calon buyyer baru," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense