Sebelumnya
Ia pun membeberkan beberapa tips bagi investor pemula untuk memulai berinvestasi di instrumen-instrumen investasi yang tersedia.
Pertama, kenali profil risiko diperlukan untuk mengetahui sejauh mana investor dapat menoleransi risiko investasi.
Selain itu, profil risiko dapat menjadi alat bantu saat merencanakan investasi.
“Syarat pertama untuk memulai investasi, setidaknya investor harus mengenali profil risikonya masing-masing,” ujar Danica.
Baca juga : Pasar Saham Hijau Usai Prabowo Pidato di Depan Investor di Acara Trimegah
Sebagai gambaran, bagi pemula dengan profil risiko konservatif dapat memulai investasi dengan instrumen investasi seperti Reksa Dana Pasar Uang yang memiliki risiko relatif lebih aman dan tanpa dipotong pajak 20 persen layaknya deposito.
“Mengingat obligasi akan prospek di tahun ini sesuai dengan tren penurunan suku bunga, maka bagi pemula dengan profil konservatif ke moderat dapat memulai investasi ke Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan instrumen obligasi di dalamnya,” tuturnya.
Kedua, menentukan anggaran. Secara ideal anggaran untuk investasi harus telah direncanakan sejak awal.
Artinya setiap investor harus melakukan pengalokasian anggaran sejak awal yang diambil dari pendapatan pribadi, bukan dari sisa pemasukan setelah dikurangi berbagai keperluan rutin lainnya.
Baca juga : Budiman Sudjatmiko: Masyarakat Desa Bisa Jadi Pengelola Industri Pertanian
“Dengan demikian akan membantu investor untuk konsisten melakukan investasi dan membantu dalam melakukan perencanaan untuk mencapai tujuan investasinya,” jelas Danica.
Ketiga, pahami fitur investasi. Setiap instrumen investasi memiliki fitur yang berbeda-beda. Mulai dari instrumen di dalamnya, jangka waktu, tingkat imbal hasil atau kupon dan fitur-fitur lain.
“Dengan memahami fitur-fitur investasi ini, investor dan nasabah dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan membantu investor dalam mencapai tujuan investasinya,” ucapnya.
Keempat, pahami kondisi ekonomi. Instrumen investasi sangat berkaitan erat dengan kondisi perekonomian baik domestik dan global.
Baca juga : Prabowo Balas Serangan Ganjar: Bung Karno Hadapi Irian Barat dengan Peralatan Bekas
Kondisi inflasi global, suku bunga dan perekonomian secara umum akan mempengaruhi kinerja investasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Kelima, diversifikasi portofolio. Setelah melakukan investasi, investor perlu melakukan diversifikasi.
“Diversifikasi sendiri merupakan langkah membeli beberapa jenis produk investasi untuk menghindari kerugian, jika salah satu instrumen sedang mengalami performa kurang optimal,” pungkas Danica.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.