Dark/Light Mode

Sambut Peluang 2024, Pengusaha Pede Industri Kelapa Sawit Bisa Tumbuh

Kamis, 2 November 2023 16:12 WIB
Chairman of GAPKI Eddy Martono
Chairman of GAPKI Eddy Martono

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai penyumbang devisa terbesar, Pengusaha sawit optimistis menyambut peluang di tahun 2024. Industri sawit diyakini bisa tumbuh dengan mantap di tengah dinamika pasar global.

Hal itu disampaikan Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Eddy Martono saat memberikan sambutan dalam upacara pembukaan 19th Indonesian Palm Oil Conference and 2024 Price Outlook di Bali International Convention Center (BICC), Kamis 2 November 2022.

Meskipun begitu, Ia berharap Pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang bijaksana untuk menjaga daya saing industri kelapa sawit Indonesia dengan memperkuat produksi minyak sawit berkelanjutan.

Baca juga : Airlangga: Kerja Sama Kunci Pencapaian Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan

Eddy mengatakan, sejumlah tantangan harus dihadapi industri sawit nasional.

Di tengah melemahnya laju ekonomi global dan inflasi yang dialami oleh sepertiga negara di dunia yang diikuti oleh situasi geopolitik dunia, seperti perang Russia dan Ukraina, serta perang Israel dan Palestina, menurut Eddy, industri sawit Indonesia perlu mengambil langkah untuk tetap bertahan dalam ketidakpastian pasar.

“Kami juga melihat adanya volatilitas harga minyak kelapa sawit yang dikombinasikan dengan produktivitas yang stagnan. Faktor-faktor tersebut mengindikasikan adanya ketidakpastian dalam perdagangan global sehingga ketahanan bisnis perlu ditingkatkan,” ujar Eddy.

Baca juga : Pangdam V Brawijaya Ingatkan Prajuritnya Jaga Netralitas

Beberapa langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan ketahanan industri sawit adalah melalui program replanting dan penggunaan energi terbarukan melalui bioavtur.

“Kami yakin dengan kebijakan Pemerintah yang tepat, industri kelapa sawit dapat tumbuh dengan mantap di tengah dinamika pasar dan perekonomian,” kata Eddy.

Melihat perkembangan global, sangat menarik untuk membahas secara mendalam demi mendapatkan wawasan lebih dari para ahli.

Baca juga : Ikatan Alumni Teknik Industri ITB Gelar AvanTI Achievement Award

Itu sebabnya, menurut Eddy, IPOC tahun ini mengangkat tema utama “Meningkatkan Ketahanan di Tengah Ketidakpastian Pasar”.

"Tema ini diangkat karena kita menyaksikan dinamika perekonomian dunia, seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan tingginya inflasi yang dialami oleh sepertiga negara di dunia," ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.