BREAKING NEWS
 

Usul PMN Rp 13,6 Triliun Untuk 7 BUMN

Erick Genjot Dividen Jumbo Buat Negara

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 24 Maret 2024 07:05 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir, didampingi sejumlah pejabat menghadiri Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR di Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/3/2024). Raker tersebut membahas tentang Evaluasi kinerja BUMN dan progres program restrukturisasi BUMN dan sejumlah persoalan penting terkait perusahan BUMN. Foto: TEDY OCTARIAWAN KROEN / RM

 Sebelumnya 
Erick membeberkan, PMN yang diajukan KAI akan di­gunakan untuk pengadaan KRL (Kereta Rel Listrik). Pengadaan­nya dilakukan dengan dua ske­ma, yakni melalui retrofit di INKA maupun impor. Di tahun 2024 ada KAI, pengadaan kereta melalui retrofit dan pengadaan kereta baru senilai Rp 2 triliun.

Sementara INKA untuk pe­ningkatan kapasitas dan kualitas produksi kereta. PT Reasuransi Indonesia Utama dan ID Food untuk penguatan permodalan. Sedangkan IFG untuk penguatan permodalan penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Sedangkan PMN untuk Hu­tama Karya dialokasikan untuk penyelesaian tugas tol Palem­bang-Betung di Sumatera senilai Rp 1,6 triliun.

“Kami terus dorong penye­hatan dan penugasan,” tegas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).

Setor Dividen

Baca juga : Jika Demam Periksa Ke Puskesmas, Cek Darah

Untuk memastikan peng­gunaan PMN dikelola dengan baik, Erick ingin pengembalian BUMN kepada negara dalam bentuk dividen yang lebih besar dibandingkan PMN, yaitu sebe­sar 55 persen dan 45 persen.

“Proporsi itu berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan itu sesuai dengan target Kementerian BUMN yang menginginkan dividen lebih besar dari PMN,” katanya.

Dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR, Erick menyam­paikan sebaran realisasi dan usul­an PMN tunai 2020-2024 sebesar Rp 226,1 triliun. Rinciannya, Rp 27 triliun pada 2020, Rp 68,9 triliun (2021), Rp 53,1 triliun (2022), Rp 35,3 triliun (2023) dan Rp 41,8 triliun (2024).

Selanjutnya, realisasi dan usulan dividen 2020-2024 sebe­sar Rp 279,7 triliun atau lebih besar dari PMN. Rincian dividen pada 2020 sebesar Rp 43,9 triliun, lalu Rp 29,5 triliun (2021), Rp 39,7 triliun (2022), Rp 81,2 triliun (2023) dan Rp 85,5 triliun (2024).

Baca juga : Italia Vs Ekuador, Menguji Strategi Gli Azzurri

Total kontribusi kepada pen­dapatan negara dari dividen, pa­jak, PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), kurang lebih su­dah mencapai 20 persen.

Tak hanya dividen, Erick me­nyebut laba konsolidasi BUMN pada 2023 juga akan mencapai Rp 309 triliun (Rp 292 triliun tunai), atau lebih tinggi dari 2021 yang sebesar Rp 125 triliun dan 2022 sebesar Rp 254 triliun.

Erick mengatakan, total laba konsolidasi BUMN pada 2022 yang mencapai Rp 309 trili­un disebabkan ada laba non-cash senilai Rp 55,7 triliun dari hasil restrukturisasi Garuda Indonesia.

“Kalau kita lihat untuk 2023 hasil audit, kita secara cash-nya ini Rp 292 triliun. Artinya, ada kenaikan cukup signifikan hampir Rp 38 triliun lebih kalau kita apple to apple secara cash-nya,” pungkasnya. DWI

Baca juga : Mental Kuat, Sabalenka Lolos

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Minggu, 24 Maret 2024 dengan judul "Ada Yang Senang, Ada Yang Kecewa Lihat Pertemuan Prabowo-Surya Paloh Immanuel Ebenezer: Pertemuan Itu Hal Positif Buat Bangsa"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense