Sebelumnya
Data Saldo Bersih tertimbang (SBT) pada triwulan IV-2023 menunjukkan angka 13,17 persen, menandakan kinerja kegiatan dunia usaha yang tetap kuat.
“Pelaku usaha dari berbagai sektor mencatat ekspansi yang sejalan dengan kondisi dalam PMI Manufaktur indonesia yang pada survei ini juga melaporkan peningkatan lapangan usaha,” ujarnya.
Optimisme pelaku usaha diperkirakan akan terus meningkat pada triwulan I-2024 dengan SBT mencapai 15,38 persen.
Selain dari SBT, keuangan perusahaan juga mencatatkan kondisi yang masih stabil tercermin dari Saldo Bersih (SB) Likuiditas sebesar 24,42 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya pada angka 18,71 persen.
Baca juga : Udinese Vs Inter Milan, Si Ular Besar Ingin Percepat Scudetto
Terakhir, angka kapasitas produksi terpakai untuk triwulan IV-2023 juga menunjukkan persentase tetap tinggi, yakni pada angka 73,91 persen.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, indeks manajer pembelian atau PMI manufaktur indonesia pada bulan Maret berada di level tertinggi selama 2,5 tahun.
Indeks tersebut didapat dari laporan S&P Global yang mencatat PMI Manufaktur pada bulan Maret berada di level 54,2 atau naik 1,5 poin dibanding capaian bulan Februari yang menyentuh angka 52,7.
“Sektor manufaktur indonesia sedang berada pada posisi ekspansif selama 31 bulan berturut-turut. Ini sejalan juga dengan capaian Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Maret yang sama-sama berada pada fase ekspansi, dengan level 53,05,” jelas Agus.
Baca juga : Pamer Skill Masak Rendang
Menurutnya, kinerja PMI Manufaktur indonesia Maret 2024 lebih baik dibandingkan PMI manufaktur negara-negara lain yang masih berada di fase kontrakasi. Seperti Malaysia 48,4, Thailand 49,1, Vietnam 49,9, Jepang 48,2, Korea Selatan 49,3, Jerman 41,6, Prancis 45,8, serta Inggris di angka 49,9.
Menurutnya, untuk terus menaikkan nilai ekonomi, dan meningkatkan performa sektor manufaktur, diperlukan dukungan kebijakan yang strategis seperti pemberlakuan Harga Gas Bumi tertentu (HGBT) di semua sektor industri.
Kemenperin juga mencatat, telah terealisasi investasi sebesar Rp 41 triliun pada tahun 2023, serta adanya potensi investasi di sektor petrokimia, baja, keramik, dan kaca sebesar Rp 225 triliun.
Selain itu, dampak positif lainnya selama tahun 2020-2023 adalah peningkatan ekspor sebesar Rp 84,98 triliun, peningkatan penerimaan pajak Rp 27,81 triliun, peningkatan investasi Rp 31,06 triliun, dan penurunan subsidi pupuk mencapai Rp 13,3 triliun. DIR
Baca juga : Prabowo Sedang “Dilatih” Jokowi
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 17, edisi Senin, 8 April 2024 dengan judul "Ekonomi Stabil, Airlangga Pede Inflasi Lebaran Tetap Terjaga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.