Desa Mekarlaksana merupakan salah satu desa di Jawa Barat yang terletak di Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung. Desa ini memiliki luas wilayah 471.990 Ha yang terdiri dari persawahan 122.625 Ha serta daratan 349.365 Ha dengan suhu rata-rata berkisar 20 derajat celcius serta mempunyai iklim kemarau dan hujan rata-rata 2000 mm/tahun.
Wilayah ini berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman serta keberlangsungan hidup hewan ternak. Mayoritas penduduk Desa Mekarlaksana merupakan petani dengan total 6.752 jiwa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani, terlebih kondisi geografis yang terletak di dataran tinggi serta iklim yang mendukung terhadap pertanian dan perternakan. Sektor pertanian dan perternakan di Desa Mekarlaksana menjadi salah satu pendapatan utama warga sekitar. Sebagian besar berfokus terhadap sayuran dan untuk sektor perternakan berfokus terhadap perternakan sapi, kambing, domba, serta ayam. Hasil dari produksi pertanian dan pertenakan warga biasa di ual ke pasar atau dikirm ke perkotaan seperti Jakarta dan Bandung.

Baca juga : Putusan Gugatan Pilpres Dibacakan Senin, MK Pastikan Nggak Akan Deadlock
Pada tahun 2021, pupuk anorganik, baik subsidi maupun non subsidi, mengalami kelangkaan dan kenaikan harga. Terlebih pada tahun tersebut bertepatan dengan pandemi Covid-19 yang mempengaruhi pertanian pertanian serta perekonomian warga karena minimnya jumlah produksi, naiknya harga pupuk, serta turunya harga barang membuat para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Menurut Wakil DPR Muhaimin Iskandar, kelangkaan pupuk anorganik yang berlangsung sejak 2021 menyebakan kenaikan pupuk yang mencekik para petani. Hal tersebut menyebabkan kerugian bagi para petani terutama para petani yang masih memiliki pendapatan rendah dari bertani
Lonjakan kenaikan harga pupuk ini membuat terhambatnya produksi sayuran serta ekonomi untuk para petani. Menurut Serikat Petani Indonesia (SPI) lonjakan harga pupuk pertanian mencapai 100% pada Januari 2022. Berdasarkan data bank dunia yang dikutip dari katadata.co.id, rata-rata harga pupuk urea di pasar global pada Febuari 2024 mencapai 351,25 dolar AS per ton yang mengalami kenaikan 4,7% dari Januari 2024.

Baca juga : Antisipasi Kepadatan, ASDP Lakukan Penyekatan Menuju Pelabuhan Ketapang
Kenaikan pupuk anorganik membuat masyarakat Desa Mekarlaksana melakukan pengelolaan limbah perternakan. Pemanfaatan limbah menjadi sasaran warga sebagai pengganti pupuk anorganik yang cukup mahal, terlebih pupuk organik memiliki kandungan yang baik untuk tanah. Penggunaan pupuk anorganik yang berbahan dasar dari kimia dapat merusak lingkungan terlebihnya kesuburan tanah. Oleh karena itu, pemanfaatan limbah organik seperti kotoran hewan dapat meningkatkan kesuburan tanah serta membasmi hama.
Pupuk organik memiliki kandungan unsur hara makro seperti Mg, S, Ca, N, P, K dan unsur hara mikro seperti Zn, Mo, Cu, Co, B, Fe, dan Mn yang dapat membantu mengoptimalkan kemampuan tukar kation tanah. Selain dapat mengoptimalkan kesuburan tanah, pupuk organik juga memiliki manfaat untuk membenahi struktur tanah dan sebagai sumber makanan serta energi untuk makro dan mikro fauna tanah. Pupuk organik terbagi menjadi 2 ada pupuk organik kandang dan pupuk kompos. Pemanfaatan pupuk organik di Desa Mekarlaksana merupakan pupuk organik kandang. Sebagian besar warga menggunakan pupuk kandang sebagai pengganti ataupun campuran dengan pupuk pestisida.
Pembuatan pupuk kandang yang dilakukan warga Desa Mekarlaksana merupakan metode pembuatan pupuk terbuka. Untuk pembuatan pupuk kandang terdapat dua macam, ada dengan dengan sistem terbuka dan ada dengan sistem tertutup. Pembuatan pupuk kandang dengan sistem terbuka dilakukan di tempat yang telah disiapkan oleh warga dengan ukuran persegi 2,5 m x 2,0 m serta memiliki atap terpal untuk mencegah masuknya air ke dalam pada saat hujan. Kemudian pupuk didiamkan selama selama 3 bulan dengan syarat sudah benar-benar matang. Karena pupuk yang belum matang dapat menyebabkan kesengsaraan terhadap tanaman.
Baca juga : Pemprov Jabar Siapkan Mobil Jenazah Untuk Korban Kecelakaan Maut Japek KM 58
Sumber:
W. Hartatik and D. Setyorini, “Pemanfaatan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Kesuburan Tanah dan Kualitas Tanaman,” Peneliti Badan Litbang Pertan., no. 12, pp. 571–582, 2011.
I. G. A. Kasmawan, “Pembuatan Pupuk Organik Cair Menggunakan Teknologi Komposting Sederhana,” Bul. UdayanaMengabdi, vol. 17, no. 2, p. 67, 2018, doi:0.24843/bum.2018.v17.i02.p11
Website Desa Mekarlaksana, Kecamatan cikancung kabupaten Bandung
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.