A. Pendahuluan
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki 17.500 pulau yang mencakup sekitar 5,6 juta km2, dengan 70% adalah lautan dan 30% adalah daratan (Sanam et al., 2022). Sebagai negara dengan kondisi geografis beragam, dan distribusi penduduk yang luas Indonesia masih menghadapi tantangan pemenuhan energi untuk semua warganya. Di tahun 2016, masih terdapat 7 juta rumah tangga atau sekitar 28 juta penduduk indonesia yang belum mendapatkan akses listrik (Tarigan, 2017).
Sementara Luhur dkk, (2013), dalam jurnalnya mengatakan bahwa antara tahun 2000 dan 2035 keperluan energi Indonesia akan meningkat rata-rata 4,8% pertahun, sejalan dengan pertumbuhan PDB negara yang diperkirakan antara 3,2% hingga 6,0%. olehnya itu masyarakat membutuhkan akes energi yang mudah dan terjangkau (Sanam et al., 2022). Mengingat, ketersediaan energi yang stabil dan terjangkau menjadi syarat esensial untuk memperbaiki standar kehidupan masyarakat, sebagaimana dinyatakan oleh Kementerian ESDM (Luhur et al., 2015).
Energi berupa bahan bakar dan listrik merupakan salah satu faktor penting yang mendukung upaya pencapaian dalam berbagai sektor pembangunan berkelanjutan (Setyono & Kiono, 2021). Secara sederhana pembagian energi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu; energi tak terbarukan yaitu energi yang dalam penggunaannya memiliki batas waktu tertentu seperti energi fosil contohnya yaitu minyak bumi, gas alam dan batu bara. Dan energi terbarukan yang memanfaatkan sumber daya yang dapat diperbaharui seperti tenaga angin, tenaga surya, gelombang pasang surut dan bahan bakar nabati. Saat ini Penggunaan energi dunia masih didominasi oleh energi fosil yang memiliki batasan (Luhur et al., 2015).
Penggunaan energi fosil yang tinggi juga dapat menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca, yang berdampak pada meningkatnya suhu permukaan laut dan ketidakstabilan iklim (Setyono & Kiono, 2021). sementara, Indonesia memiliki potensi energi bersih dan terbarukan yang tinggi, yang jika dimanfaatkan dapat menciptakan akses energi yang bersih dan merata (KESDM).
Pengembangan energi terbarukan di Indonesia diatur oleh Keputusan Presiden No.112 Tahun 2022, yang menetapkan kontribusi energi terbarukan sebesar 17% dari total bauran energi primer nasional pada tahun 2025, dengan 5% berasal dari tenaga air, termasuk energi gelombang dan pasang surut (Alifdini et al., 2016). dengan demikian mempelajari dan mengembangkan potensi pasang surut menjadi solusi untuk membangun jenis pembangkit listrik terbaru di Indonesia, hal ini dikarenakan karakteristik gelombang di Indoneesia sangat sesuai untuk memenuhi kebutuhan energi kota-kota pelabuhan dan pulau-pulau terpencil di Indonesia, (Jendral EBTKE Renstra EBTKE 2015 - 2019).
Gambar 1. Potensi Energi Pasang Surut di Perairan Indonesia (P3GL ESDM, 2011)
Secara teknis energi pasang surut air laut adalah energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut yang disebabkan oleh adanya gaya gravitasi. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, Energi pasang surut air laut dapat dikonversi menjai energi listrik baru dan terbarukan. Namun sampai saat ini permasalahan energi laut belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini dipengaruhi oleh biaya yang tinggi dan kebijakann pemerintah yang masih berpihak pada pemanfaatakann energi bahan bakar fosil bersubsidi. Sehingga dari segi tarif dan kualitas energi kelautan sampai saat ini belum dapat bersaing dengan energi konvensional yang masih menjadi pasokan primer bagi masyarakat (Luhur et al., 2015). Olehnya itu diperlukann kajian-kajian lebih lanjut terhadap pengebangan dan pemanfaatan energi laut di Indonesia.
Secara umum energi laut terbagi menjadi 4 yaitu energi arus laut, energi geombang laut, energi psang surut, dan energi panas laut (Alifdini et al., 2016). Pada artikel ilmiah ini akan lebih difokuskan pada 1 energi yaitu energi pasang surut air laut.
Baca juga : Gibran Apresiasi Sholat Idul Fitri di Balai Kota Surakarta Berjalan lancar
B. Dasar Ilmiah
1. Prinsip Dasar Energi Pasang Surut
Arus Pasang Surut (Tidal Current) merupakan gerakan air vertical yang berhubungan dengan naik turunnya pasang surut, diiringi oleh Gerakan air horizontal. Gaya tarik gravitasi dan efek sentrifugal menghasilkan pasang surut (Agus Mahardiananta et al., 2017). Adapun metode untuk menguji kelayakan energi pasang surut yang pertama adalah dengan mengambil nilai rata-rata dari semua data pengamatan yang meenyatakan kedudukan permukaan air laut (MLR). Cara lainnya adalah dengan menggunakan metode admiralty, yaitu dengan memperoleh rata-rata konstanta pasang surut air laut. Adapun kedua metode ini dapat digunakan sesuai kemampuan wilayah dalam pengembangan potensi energi listrik pasang surut air laut (Alief Rakhman 2022) (artikel web)
2. Teknologi Pembangkit Listrik Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut (PLTPS)
Dilansir dari Sumber: https://ebtke.esdm.go.id/ dan https://hmgi.or.id/ teknologi yang digunakan dalam mengkonversi energi pasang surut menjadi energi listrik adalah sebagai berikut :
a. Tidal Turbines
Tidal turbines menangkap dan mengubah energi kinetik dari gerakan air laut selama pasang surut, mirip dengan cara turbin angin memanfaatkan energi dari aliran udara.
Baca juga : Kunjungan Lebaran, KPK Larang Petugas Terima Pemberian Dari Keluarga Tahanan
Gambar 2. Tidal Turbines (Sumber: EBTKE, 2011)
b. Tidal Barrages
Tidal barrages beroperasi dengan memanfaatkan air laut yang naik untuk mengisi waduk dan kemudian melepaskan air saat surut. Gerakan air ini, yang berubah arah, menciptakan tenaga yang diperlukan untuk memutar baling-baling turbin, sehingga menghasilkan listrik.
Gambar 3. Tidal barrages (Sumber: Web HMGI)c. Tidal Fences
Tidal fences dipasang di lokasi dengan arus kuat, di mana gerakan air akan memutar turbin, yang pada gilirannya menghasilkan listrik.
Gambar 3. Tidal Fences (Sumber: Web HMGI)
- Kelebihan Energi Pasang Surut ( Tirto.id, 2024)
- Setelah dibangun, energi pasang surut dapat diperoleh secara gratis
- Tidak menghasikan gas rumah kaca
- Biaya operasi rendah
- Produksi listrik stabil
- Tidak membutuhkan bahan bakar
- Kekurangan Energi Pasang Surut ( Tirto.id, 2024)
- Biaya Pembangunan yang mahal dan melibatkann area yang luas
- Merubah eksistem baik dari arah kehulu hingga ke hilir.
C. Pembahasan
Baca juga : Pemerintah Bakal Serap Beras Petani
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki wilayah lautan lebih dominan dibanding wilayah daratan dengan perbandingan 70%:30%. hal ini menjadi menjadi salah satu penyebab mengapa pemerataan energi di Indonesia masih belum maksimal. Penggunaan energi di Indonesia masih dominan pada penggunaan energi fosil yang memiliki cadangan terbatas dan tidak dapat diperbaharui. Selain itu energi fosil juga merupakan energi yang kurang ramah bagi lingkungan. Sementara itu Indonesia memiliki potensi yang cukup besar dalam pemanfaatan energi baru terbarukan salah satunya ialah energi pasang surut air laut.
Energi pasang surut air laut ialah energi baru terbarukan yang memanfaatkan pasang surut air laut kemudian dikonversi menjadi energi listrik yang lebih bersih dan memilliki sumber energi yang tidak terbatas karena energi ini memanfaatan energi pasang surut yang terjadi setiap harinya. Meskipun begitu masih terdapat beberapa kekurangan dari energi pasang surut seperti dibutuhkan biaya investasi yang cukup mahal dan masih berpotensi merusak ekosistem pantai, namun jika dibandingkan dengan energi fosil, Pembangunan energi pasang surut masih terbilang cukup efisien dari segi biaya dan dampaknya terhadap lingkungan.
D. Kesimpulan
Energi pasang surut merupakan energi bersih dan dapat diperbaharui. selain itu energi ini sangat efisien diterapkan di Indonesia karena kondisi geografis indonesia yang 70% adalah lautan sehingga secara tidak langsung energi pasang surut ini dapat digunakan untuk membantu pemerintah dalam upaya pemerataan energi listrik khususnya di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil.
Energi pasang surut masih memiliki beberapa kekurangan terutama dalam hal biaya dan dampaknya terhadap lingkungan laut. Olehnya itu dibutuhkan penelitian lanjutan terkait teknologi energi pasang surut dan cara meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.