BREAKING NEWS
 

Ini Strategi PalmCo Kelola Kebun Sawit Terbesar di Dunia

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : SRI NURGANINGSIH
Senin, 22 April 2024 11:16 WIB
Kerja Sama Operasi (KSO) Sub Holding Perkebunan Nusantara antara PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) dengan PT Perkebunan Nusantara I. (Foto: Perkebunan Nusantara IV/PalmCo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerja Sama Operasi (KSO) Sub Holding Perkebunan Nusantara antara PT Perkebunan Nusantara IV (PalmCo) dengan PT Perkebunan Nusantara I (SupportingCo) efektif berlaku.

KSO ini mengantarkan Indonesia memiliki badan usaha yang mengelola perkebunan sawit terluas di dunia melalui PalmCo.

Efektivitas KSO antara PalmCo dan SupportingCo sendiri ditandai dengan penandatanganan Berita Acara (BA) Penetapan Tanggal Efektif KSO Kebun, PKS dan PKO antara kedua entitas di Agro Plaza, awal April 2024 lalu.

BA Efektif ditandantangani langsung oleh Direktur Utama PalmCo Jatmiko Santosa dan Dirut SupportingCo Teddy Yunirman Danas.

Turut hadir menyaksikan penandatangan Wakil Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna dan Direktur Produksi & Pengembangan Mahmudi.

Baca juga : Gagalkan Palestina Gabung PBB, Amerika Dirujak Dunia

Denaldy mengatakan, dengan efektifnya KSO dapat membawa manfaat bagi PalmCo dan SuppCo. Untuk PalmCo, disamping pentasbihan menjadi perusahaan yang mengelola kebun sawit terbesar di dunia seluas 586 ribu hektar (ha) dan diharapkan menyentuh 708 ribu ha dalam satu dasawarsa.

KSO juga menyimpan potensi peningkatan produktvitas melalui penurunan disparitas serta cash cost. Sedangkan bagi SupportingCo, pendapatan yang diterima melalui KSO diharapkan mampu menjadi salah satu source dalam melakukan turn around atas komoditas yang dikelola.

"Kita harapkan dengan KSO ini maka kedua sub holding semakin dapat berkontribusi maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Denaldy dalam keterangannya, Senin (22/4/2024).

Agar tujuan tersebut dapat tercapai, Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa menyampaikan dimasa awal KSO efektif maka pengaturan dan penempatan Manajemen KSO menjadi prioritas awal dalam penerapan strategi.

Adsense

"Regional SupportingCo eks (sebelumnya) PTPN I (Aceh) dan eks PTPN II (Sumatera Utara) dipimpin Regional Manajemen/RM eks PTPN I Langsa. Selanjutnya Regional eks PTPN VII (Lampung) dan Eks PTPN VIII (Jawa Barat) di pimpin oleh RM eks PTPN VII khusus sawit. Untuk komoditas lain, diatur oleh RM eks PTPN I," tuturnya.

Baca juga : P3PI Dorong Regulasi Pabrik Kelapa Sawit Jadi Food Factory

Sedangkan khusus untuk Regional SupportingCo yang masuk sebagai wilayah KSO, eks PTPN XIV, disebutkannya akan dipimpin oleh selevel General Manager.

Lebih lanjut Jatmiko mengatakan, pelaksanaan KSO Operasional akan dilandaskan pada  best practices yang ada di PalmCo serta mengedepankan integritas, ketaatan SOP, hingga validitas data.

"Manajemen berkomitmen memberikan perlakuan yang sama dengan yang ada di PalmCo dan berharap KSO akan memberikan manfaat nyata dalam waktu yang cepat," jelasnya.

Jatmiko menegaskan, KSO yang berlangsung selama dua puluh lima tahun tersebut tidak mengubah status karyawan SupportingCo.

"Karyawan tetap memiliki hubungan ketenagakerjaan dengan masing-masing perusahaan asal termasuk atas ketentuan hak dan kewajiban. Namun dari sisi komando, maka pasca efektif, KSO garis komandonya adalah kepada jajaran Direksi PalmCo," ujarnya.

Baca juga : Datangi Kejagung, Sandra Dewi Tebar Senyum Dan Kasih Tanda Saranghaeyo

Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan PTPN III (Persero) Mahmudi meyakini KSO akan membantu pencapaian sasaran baik jangka pendek maupun jangka panjang.

"Saya percaya dengan pembagian leadership Regional KSO dan disiplin best practices yang dilandasi tata kelola yang baik, maka target on farm dan off farm jangka pendek dapat dipenuhi. Termasuk tantangan mendasar dalam menata komposisi umur tanaman," ucapnya.

PTPN IV PalmCo dan PTPN I SupportingCo yang baru terbentuk sebagai subholding pada Desember 2023 merupakan aksi korporasi PTPN Grup sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.

Diharapkan pembentukan kedua sub Holding ini menyusul didirikannya PT Sinergi Gula Nusantara, dapat memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan dan energi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense