BREAKING NEWS
 

Lepas Tokopedia Ke TikTok

Kinerja GoTo Diramal Bakal Tetap Kinclong

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Senin, 6 Mei 2024 07:05 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) mencatat kenaikan kinerja pada kuartal I-2024, yakni berhasil menekan kerugian bersih sebesar 76 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Hal ini menunjukkan kinerja GoTo tetap kuat, meski melakukan divestasi Tokopedia ke TikTok.

GoTo juga mengantongi kenaikan pendapatan bersih sebe­sar 22 persen, menjadi Rp 4,07 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 3,33 triliun.

Secara konsolidasian, GoTo tercatat memangkas kerugian EBITDA (Earning Before In­terest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang disesuaikan pada kuartal I-2024 sebesar 89 persen dibandingkan kuartal tahun sebelumnya, menjadi Rp 102 miliar.

Ini mengacu pada performa keuangan dengan asumsi dekon­solidasi Tokopedia sejak awal Januari 2023.

Baca juga : Arsjad Ingatkan Potensi Harga Barang Melonjak

Menurut Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, penurunan kerugian yang dialami GoTo, adalah keru­gian goodwill atau hak nama/merek yang tidak berhubungan dengan kinerja operasional GoTo sebagai perusahaan.

“Kehilangan goodwill To­kopedia sebenarnya kerugian immateril. Dan pada akhirnya muncul diskursus (wacana) mengenai Gojek, yang kemu­dian pisah dengan Tokope­dia,” jelas Nailul kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski begitu, pada kuartal I-2024, GoTo masih bisa berdi­ri kuat walaupun tanpa seba­gian ekosistem dari Tokopedia. Bahkan mencatatkan kenaikan pendapatan bersihnya.

Perbaikan kinerja GoTo pada kuartal I-2024, sambung Nailul, secara umum didorong oleh penu­runan beban-beban perusahaan.

Baca juga : Kebon Sirih Dorong Tarif Transjakarta Digratiskan

Tercatat, beban insentif kepada pelanggan turun 34 persen year on year (yoy) menjadi Rp 1,1 triliun. Sehingga pendapatan bersih tumbuh 63 persen yoy menjadi Rp 3,1 triliun.

Ke depan dia memproyek­sikan, kinerja GoTo dari sisi pendapatan tetap dapat tumbuh positif. Namun dari sisi laba di­prediksi masih mengalami rugi.

“Perusahaan masih memiliki potensi untuk adanya perbaikan, serta pemulihan kinerja dari be­berapa strategi yang dapat men­jadi sentimen positif,” harapnya.

Nailul juga berharap, GoTo mampu meningkatkan monetisasi dan memperkuat funda­mental perusahaan, melalui pengelolaan beban usaha dan beban-beban lainnya.

Baca juga : Girona Torehkan Sejarah Baru

Selain itu, imbuhnya, persaingan ketat dari beberapa pesaing dan kondisi ekonomi global yang tidak stabil juga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.

Yang tidak kalah penting, ter­kait adanya ketidakpastian pasar modal di dalam dan luar negeri akibat kondisi geopolitik.

“Ini mesti diwaspadai karena berpotensi menjadi sentimen negatif bagi perusahaan,” im­baunya.

Adsense

Diketahui, Gross to Value (GTV) inti GoTo pada kuartal I-2024 adalah sebesar Rp 54,6 triliun, tumbuh 32 persen yoy dan GTV Group yang mencapai Rp 116,5 triliun, meningkat 20 persen.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense