Sebelumnya
Sementara pendapatan bruto mencapai Rp 4,2 triliun, meningkat 18 persen yoy, bersamaan dengan take rate yang stabil pada kuartal tersebut.
“Pendapatan bersih pada kuartal I-2024 mencapai Rp 3,1 triliun, meningkat 63 persen yoy,” jelas Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo di Jakarta, Senin (29/4/2024).
Beban insentif dan pemasaran produk menurun 31 persen yoy. Lalu, beban kas rutin tetap turun 25 persen. GoTo senantiasa menjajaki berbagai peluang untuk membuat bisnis lebih efisien, agar dapat terus menghemat beban operasionalnya.
Biaya korporasi rutin yang dilaporkan, dapat dialokasikan kepada masing-masing segmen bisnis sesuai dengan atribusinya, mengalami penurunan 30 persen yoy mencapai Rp 218 miliar.
Baca juga : Arsjad Ingatkan Potensi Harga Barang Melonjak
Patrick mengatakan, pada 2023, pihaknya telah meletakkan landasan yang kuat, serta menentukan strategi pertumbuhan dengan memperluas basis pengguna, memperdalam wallet share pengguna ekosistem, menurunkan beban operasional. Serta memperkuat kemitraan dengan TikTok.
Pada kuartal pertama 2024, lanjutnya, GoTo telah mempercepat pelaksanaan strategi tersebut. Serta kembali melakukan investasi pada produk-produk andalan.
“Yang hasilnya mulai terlihat pada Maret dan April 2024,” tutur Patrick.
Seiring implementasi strategi tersebut, GoTo berharap bisa mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih cepat di tahun ini. Serta tetap berkomitmen kepada tujuan profitabilitas yang telah ditetapkan.
Baca juga : Kebon Sirih Dorong Tarif Transjakarta Digratiskan
Direktur Keuangan Grup GoTo Jacky Lo menambahkan, pada kuartal I-2024, GoTo mencatatkan pertumbuhan Top Line kuat.
Hal ini tercermin pada pertumbuhan GTV inti grup sebesar 32 persen dibandingkan tahun sebelumnya, serta pertumbuhan pendapatan bruto sebesar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kami akan tetap berinvestasi dengan hati-hati, mempertahankan pengelolaan beban usaha secara disiplin, seiring langkah mempertahankan pertumbuhan bisnis jangka panjang,” tuturnya.
Selain itu, pada 31 Januari 2024, GoTo menyelesaikan kesepakatannya dengan TikTok. Di antaranya, menggabungkan Tokopedia dan bisnis e-commerce TikTok di bawah entitas PT Tokopedia. Efektif 1 Februari 2024, Tokopedia telah didekonsolidasi dari Grup GoTo.
Baca juga : Girona Torehkan Sejarah Baru
Grup GoTo juga telah menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk melakukan divestasi kepemilikannya terhadap bisnis pengiriman dan pemenuhan (fulfillment) pendukung Tokopedia yang berada di bawah GoTo Logistics.
Pada saat penyelesaian transaksi tersebut, GoTo Logistics juga akan didekonsolidasi dari Grup GoTo.
Transaksi ini tidak akan berdampak kepada GoSend, layanan pengiriman konsumen ke konsumen, yang pada saat ini tersedia melalui aplikasi Gojek, yang merupakan bagian dari segmen bisnis On Demand Services Grup GoTo. DWI
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 9, edisi Senin, 06 Mei 2024 dengan judul "Lepas Tokopedia Ke TikTok Kinerja GoTo Diramal Bakal Tetap Kinclong"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.