RM.id Rakyat Merdeka - PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Dumai sukses memberdayakan masyarakat lewat Program Dumai Minapolitan. Salah satunya kisah nelayan meraup cuan dari bisnis Green Laundry dan bengkel.
Program yang digagas saat pandemi Covid-19 ini terdiri atas Posyandu Sehati di Kelurahan Jaya Mukti, Budidaya Perikanan di Kelurahan Tanjung Palas, Green Laundry di Kelurahan Tanjung Palas, dan Vokasi Montir Sederhana di Tanjung Palas.
Untuk diketahui, adanya peraturan zona terbatas mengakibatkan kegiatan ngokang tergolong dalam aktivitas illegal.
Minimnya keterampilan penduduk setempat membentuk pola pekerjaan ngokang yang biasanya menggunakan perahu kecil untuk menjajakan dagangannya ke kapal-kapal besar mengharuskan memutar otak mencari pekerjaan baru.
“Dalam program Dumai Minapolitan yang diberikan Pertamina, pekerjaan ngokang kini telah diberikan alternatif pekerjaan baru selain menjadi pembudidaya ikan berupa bisnis laundry dan bengkel,” tutur Nazaruddin, local hero dalam program Dumai Minapolitan.
Nazaruddin mengatakan, Kelurahan Tanjung Palas menjadi fokus dalam program ini karena lokasinya berada pada Ring 1 perusahaan dan seluruh nelayan ngokang berasal dari daerah tersebut.
Baca juga : Kata Banteng, Itu Bukan Sinyal Pergantian Ketum
Penggerak Green Laundry Risman mengungkapkan, bisnis binatu di sekitar Dumai sangat potensial karena kebutuhan jasa layanan ini sangat besar. Apalagi, di sekitar Tanjung Palas banyak pekerja Perusahaan.
“Kami diberikan alternatif pekerjaan green laundry ini karena mata pencaharian dari ngokang tidak dapat diharapkan lagi. Oleh Pertamina kami diajarkan untuk mengelola laundry dan limbahnya yang ramah lingkungan,” tutur dia.
“Alhamdulillah bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” imbuhnya.
KPI Unit Dumai menggagas Kegiatan Laundry Ramah Lingkungan “Green Laundry” yang dijalankan oleh Kelompok Barter Jaya setelah menemukan adanya masalah keterbatasan lapangan pekerjaan di Kelurahan Tanjung Palas.
Dijelaskan, pelarangan kegiatan ngokang dikarenakan zona terbatas wilayah jalur pelayaran perairan Dumai karena dinilai sebagai aktivitas berbahaya yang mengganggu alur pelayaran.
Pada saat itu, terdapat empat korban kecelakaan laut yang menimpa nelayan ngokang.
Baca juga : Cegah Penularan MERS-CoV, Jemaah Haji Diminta Hindari Kontak Dengan Unta
Di satu sisi puluhan nelayan otomatis kesulitan dalam mencari pekerjaan yang aman, sementara istri nelayan tidak dapat membantu meringankan beban keluarga karena tidak bekerja.
Pada sisi lain, saat mau menjalankan program binatu ini, Pertamina menyadari bahwa pengetahuan Masyarakat terutama kelompok ibu-ibu tentang pengelolaan limbah laundry sangat minim.
Pertamina menawarkan inovasi agar keluarga nelayan ngokang beralih profesi. Pekerja dan Istri pelaku ngokang diarahkan untuk bekerja di binatu pakaian.
Agar mereka sukses mengelola bisnis rumahan ini, Pertamina melakukan peningkatan kapasitas melalui pelatihan usaha binatu pakaian, penggunaan sabun cuci dari bahan organik, dan pengelolaan limbah zero waste.
Pertamina menyediakan bak penampungan limbah. Limbah yang telah terkumpul kemudian diolah menjadi pupuk organik cair.
Pengembangan yang berhasil dilakukan hingga saat ini ialah pembuatan sabun organik yang dicapai melalui pelatihan
Baca juga : Penciptaan SDM Berkualitas Tak Lepas dari Literasi & Gerakan Membaca
“Pembuatan Sabun Organik dari Rumput Teki” oleh Pertamina Foundation.
Tidak hanya diproduksi sendiri untuk menekan biaya operasional namun hasil produk tersebut juga akan dipasarkan.
Hingga saat ini penerima manfaat langsung dari adanya kegiatan Green Laundry berjumlah sebanyak 16 orang.
Terdapat pula inovasi program Superdry (Supply Backwash Water untuk Laundry) untuk penggunaan air cucian yang berasal dari air kilang yang telah bersih.
Tiap bulan program Green Laundry memanfaatkan 248 ribu liter air sedimentasi dari kilang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.