Sebelumnya
Kerja sama ini juga merupakan inisiatif PGE sebagai garda terdepan Pertamina dalam transisi energi nasional.
JSA akan mendorong pemanfaatan potensi kemampuan manufaktur perusahan energi dan rekayasa teknik (engineering) dalam negeri dalam menciptakan ekosistem baru dan terdepan di sektor panas bumi, terutama membuat pengembangan panas bumi menjadi lebih terjangkau.
Baca juga : Mantapkan Sinergitas Dengan Media, PHI Gelar Bincang Asik Soal Migas
Sampai saat ini, sebagian besar teknologi yang digunakan untuk pengembangan panas bumi masih diimpor.
Tak hanya itu, JSA merupakan terobosan untuk mendiversifikasi model bisnis dan menciptakan value creation dari teknologi panas bumi melalui new revenue stream, mengeksplorasi potensi bisnis selain ketenagalistrikan (beyond electricity).
Baca juga : Fauzi Ichsan: Transformasi BUMN, Pilar Fundamental Pembangunan Nasional
Dengan sinergi bersama Pertamina Group, PGE meyakini ekspansi untuk menciptakan geothermal future revenue stream dapat meningkatkan keunggulan kompetitif, mendorong inovasi, dan commercial attractiveness.
Julfi Hadi menegaskan, sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia, PGE terus berinovasi dan menjalin kolaborasi bersama dengan para mitra untuk memajukan sektor panas bumi.
Baca juga : Kliring Berjangka Gandeng BRI Jadi Bank Penyimpan Dana Margin
Dikatakan, panas bumi merupakan sumber energi yang hampir nol emisi dengan potensi melimpah, khususnya di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PGE dengan potensi yang bisa dikembangkan hingga 3 GW.
"Potensi panas bumi harus terus dikembangkan sehingga bisa berperan besar dalam transisi energi,” pungkas Julfi Hadi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.