Sebelumnya
“Termasuk di dalamnya pelanggan sosial, rumah tangga tidak mampu, industri kecil, dan pelanggan yang peruntukan listriknya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM,” ucap Jisman.
Jisman berharap, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat terus melakukan langkah-langkah efisiensi operasional. Dan memacu penjualan listrik dengan tetap menjaga mutu pelayanan kepada pelanggan.
Konsumsi BBM Turun
Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata mengamini hingga saat ini belum dibahas mengenai kemungkinan kenaikan harga BBM.
Baca juga : PAM Jaya Tekor Rp 2,5 T
Namun demikian, Pemerintah tetap memperhatikan harga minyak dunia. Isa menilai, walaupun kurs rupiah melemah, tetapi harga minyak dunia masih sesuai harapan Pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
“Pemerintah masih tenang meski rupiah melemah, karena konsumsi BBM justru lebih rendah dibandingkan tahun lalu,” kata Isa di Jakarta, Jumat (28/6/2024).
Ia melanjutkan, Pemerintah juga terus melakukan pemantauan penggunaan BBM bersubsidi agar APBN tidak bobol.
Baca juga : Swiss Vs Italia, Alarm Waspada Buat Gli Azzurri
Dia mengatakan, dalam penyusunan APBN 2024, Pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar di bawah Rp 16.000 per dolar AS. Sementara saat ini nilai tukar sudah menyentuh Rp 16.400 per dolar AS.
“Hal ini berimbas pada belanja negara yang menggunakan uang asing, seperti BBM bersubsidi,” ujarnya. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 7, edisi Sabtu, 29 Juni 2024 dengan judul "Jaga Daya Saing Industri Hore, Tarif Listrik Nggak Naik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.