BREAKING NEWS
 

Jokowi Resmikan Pabrik Baterai EV Terbesar se Asia Tenggara di Karawang

Reporter : DIDDY RACHMAT RIDJADI
Editor : FAZRY
Rabu, 3 Juli 2024 17:36 WIB
Presiden Jokowi didampingi Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (empat kanan), Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia (kedua kanan), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (ketiga kiri), Menteri BUMN Erick Thohir, serta Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin (kanan) meresmikan pabrik mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik electrik vehicle (EV) milik PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power di kawasan Karawang New Industry City (KNIC), Teluk Jambe Barat, Kabupaten Karawang, Rabu (3/7/2024).

Presiden Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Penjabat Gubernur Jabar Bey Machmudin.

"Hari ini saya resmikan pabrik dan ekosistem serta baterai kendaraan listrik di Indonesia," ujar Joko Widodo.

Baca juga : Top, Garuda Indonesia Masuk Perusahaan Terbaik Asia Tenggara

Sebelum peresmian, Jokowi terlebih dulu berkeliling pabrik HLI Green Power yang kemudian menandatangani kap mobil Kona Electric yang pertama kali menggunakan baterai buatan lokal.

Dalam peninjauan itu Jokowi didampingi Menteri Perdagangan Republik Korea Inkyo Cheong.

Adsense

Pabrik sel baterai yang berdiri di atas lahan seluas 330.000 meter persegi tersebut mampu menghasilkan sel baterai lithium ion dengan total kapasitas 10 GWH per tahun.

Baca juga : Top! Pertamina Ranking 3 Perusahaan Terbesar Versi Fortune 500 Asia Tenggara

Jumlah tersebut untuk memenuhi 150.000 unit baterai kendaraan listrik. Mobil pertama yang menggunakan baterai buatan lokal ini adalah Hyundai Kona Electric terbaru.

Mobil tersebut akan segera hadir di Indonesia dengan kisaran harga Rp 500 jutaan. Investasi awal pabrik tersebut senilai 1,2 miliar dolar AS.

Kehadiran pabrik sel baterai ini diharapkan dapat memberikan banyak hal positif bagi Jabar, seperti peningkatkan pendapatan daerah melalui pajak investasi, menyerap tenaga kerja sehingga mengurangi angka pengangguran, serta menambah daya saing daerah Jabar itu sendiri.

Baca juga : Tokopedia Lakukan PHK Setelah Merger, Ini Kata Pengamat

Tren investasi di Jabar terus dalam kondisi positif. Jabar menjadi rumah bagi 14.000 perusahaan yang saat ini sudah eksisting dengan investasinya.

Pada 2024 Jabar menyumbang 148,5 persen pertumbuhan investasi nasional atau nilainya sekitar Rp 210 triliun (baik PMA maupun PMDN).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense