RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi menerima delegasi pengusaha kelas kakap dari Negeri Sakura yang tergabung dalam Japan Indonesia Association (Japinda) di Istana Kepresidan, Jakarta, kemarin.Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda yang juga Presiden Japinda, memimpin delegasi.
Dalama pertemuan tersebut, Jokowi mengenakan jas hitam didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Hadir pula Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Usai pertemuan, Menko Airlangga mengungkapkan, banyak proyek yang dibicarakan dengan Jepang. Di antaranya, sejumlah rencana pemerintah untuk meningkatkan investasi seperti rencana pembuatan omnibus law, pemangkasan birokrasi, kebijakan daftar negatif investasi dan sebagainya.
Airlangga mengatakan, pemerintah akan membuat kerangka kerja terkait kerja sama di bidang sumber daya manusia dan teknologi.
Menurutnya, dalam pertemuan itu juga dibahas proyek Blok Masela. Airlangga menjelaskan, Presiden Jokowi ingin pengembangan Blok Masela ini cepat diselesaikan.
Baca juga : Jokowi Diingatkan Soal Pelambatan Ekonomi Dunia
“Presiden berharap ini bisa dipercepat dan mantan PM Fukuda, menjadi saksi ini diharapkan bisa ditingkatkan,” katanya.
Airlangga menuturkan, pembangunan Blok Masela saat ini dalam tahap persiapan desain dan pembebasan lahan. Pemerintah meminta agar proyek ini menggunakan konten dan mempekerjakan tenaga kerja lokal.“Proyek dari 2022 sampai 2027,” tuturnya.
Selain itu, Presiden menyampaikan, Indonesia ingin kerja sama pertanian dan tek nologi dengan Jepang, juga ditingkatkan.
Presiden Jokowi, kata Airlangga, menginginkan pula Jepang ikut terlibat dalam pengembangan wisata di Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.
Menhub Budi Karya Sumadi menuturkan, saat ini Jepang, melalui pinjaman lunaknya fokus untuk investasi di sektor angkutan kereta api di Indonesia. Proyek yang tengah diinisiasi itu memasuki tahapan perencanaan. “Nggak ada proyek baru, ratarata yang lama, yaitu kereta api dan MRT,” katanya.
BKS, sapaan akrab Budi Karya menilai, sejumlah proyek sektor perhubungan yang mengandalkan pendanaan dari Jepang adalah fase II MRT yang meng hubungkan Bundaran HI dan Ancol.
Baca juga : Ketemu Managing Director IMF, Jokowi Bahas Ekonomi
“Jepang begitu serius membantu kita bersama-sama membangun transportasi massal dan kegiatan kereta api lainnya. MRT adalah salah satu kebanggaan kita dan ini akan dilanjutkan. Tahun depan kita akan mem bangun HI sampai dengan Ancol,” ujarnya.
Menhub menyebutkan, komitmen lain dari Jepang adalah perluasan jalur MRT ke Cikarang dan Balaraja. Trase ini masih dalam fase studi kelayakan.
“Yang sudah kita bisa kalkulasi (MRT) yang dari HI-Ancol diharapkan 2024-2025 selesai. Yang dari Balaraja ke Cikarang itu kirakira selesai 2026,” jelasnya.
Sementara investasi sektor perhubungan lain yang diharapkan dibiayai Jepang, yakni kereta cepat Jakarta-Surabaya.Direncanakan, fase ini dimulai pembangunan pada 2022. Menurutnya, kereta semi cepat Jakarta-Surabaya sekarang dilakukan feasibility study, diharapkan mulai 2022 selesai 2026.
“Kita juga bangun kereta Jakarta-Surabaya yang akan kita siapkan mulai 2022 sampai jadi 2026 selesai. Kita harapkan perjalanan Jakarta-Surabaya hanya makan waktu 5,5 jam,” ucapnya.
Selain itu, kata Menhub, ada juga kerja sama pembangunan Pelabuhan Patimban. Saat ini, baru masuk ke tahap I yang progresnya sudah mencapai 60 persen.
Baca juga : Jokowi Siapkan 10 Stadion Untuk Piala Dunia U-20
Rencananya, akan dilakukan soft launching pelabuhan tersebut pada Juni 2020 mendatang untuk pengoperasian car terminal dengan kapasitas 2 juta Teus.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan, Jepang juga ingin membantu terkait dengan rencana pemindahan ibu kota ke wilayah Kalimantan.“Mereka ingin membantu terlibat dalam ibu kota negara, karena mereka banyak pengalaman,” kata Basuki.
Dia bilang, Presiden menyambut tawaran dari Jepang tersebut. Menurut Basuki, salah satu delegasi, Presiden Japinda sekaligus mantan PM Jepang Yasuo Fukuda, menyatakan Jepang berminat untuk berbagi pengalaman dalam memindahkan ibu kota.
Jepang memiliki sejarah yang panjang dalam memindahkan ibu kota. Ratusan tahun lalu, Jepang berulang kali memindahkan ibu kotanya. Pada saat ini, ibu kota Jepang adalah Tokyo. [KPJ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.