Sebelumnya
Belum lagi, saat ini kebutuhan kakao lokalnya hanya 45 persen dan impornya 55 persen. Dengan begitu, penting untuk menerapkan replanting (menanam kembali) kakao agar luas lahan kakao meningkat dan produksinya bisa dikembalikan dengan target 400.000 ton.
Kalangan petani berharap, rencana BPDPKS bakal mengurusi sektor kakao bisa mengatasi sederet masalah yang dialami perkebunan biji cokelat tersebut.
Ketua Umum Asosiasi Petani Kakao Indonesia (Apkai) Arif Zamroni menilai, rencana Pemerintah menambah tugas BPDPKS untuk mengelola pendanaan pengembangan kakao menjadi momentum yang tepat. Pasalnya, pelaku usaha di sektor kakao telah lama menanti peran aktif Pemerintah untuk meningkatkan kinerja industri tersebut.
Baca juga : Cetak Laba Rp 29,90 T BRI Semakin Menyala
Para petani berharap, dengan keterlibatan BPDPKS, dapat menyelesaikan sejumlah persoalan yang tengah dihadapi. Mulai dari replanting kebun, ketersediaan bibit unggul, akses pasar, hingga kepastian harga biji kakao di petani.
Selain itu, Arif juga mengusulkan upaya ekstensifikasi kebun kakao melalui sistem agroforestri. Penggunaan lahan hutan produksi dianggap tepat untuk menggenjot produksi biji kakao nasional.
Apalagi, kata dia, kakao sebagai tanaman tropis memiliki potensi besar dalam mengelola kredit karbon. Pasalnya, tanaman kakao juga termasuk tanaman hutan, sehingga cocok dibudidayakan di kawasan hutan produksi.
Baca juga : APBD Cukup Untuk Bayar Upah 4.127 Guru Honorer
“Saya pikir semua ini urgent untuk diselesaikan,” ucapnya.
Meski pengelolaan pendanaan kakao digabung dalam Badan Layanan Umum (BLU) pengelola dana kelapa sawit, para petani kakao berharap divisi kakao akan diisi orang-orang yang kompeten terhadap urusan kakao.
“Saya hanya berharap agar pengelolaannya nanti kredibel, jangan bersifat politis,” harapnya. DIR
Baca juga : Tim Ayam Jantan Patok The Yanks
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Jumat, 26 Juli 2024 dengan judul "Tingkatkan Hasil Perkebunan, Pemerintah Bakal Kerek Hasil Kakao Dan Kelapa"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.