Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Wakil Presiden ke-9, Hamzah Haz meninggal dunia, Rabu (24/7/2024) pagi, di kediamannya, di Matraman, Jakarta. Mantan Ketua Umum PPP ini dikenal sebagai negarawan, politisi, cendekiawan, dan sosok profesional yang telah mengabdi kepada bangsa dan negara. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi bangsa ini. Selamat jalan, Pak Hamzah Haz. Surga menantimu.
Kabar kepergian Hamzah Haz dengan cepat menyebar. Saat tengah hari, sejumlah tokoh dan pejabat mulai berdatangan ke rumah duka, di kawasan Tegalan, Matraman. Tampak Presiden Jokowi melayat ke rumah duka. Kepala Negara datang bersama putra sulungnya yang juga Wapres terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Jokowi membungkukkan badan sebelum masuk ke rumah duka. Ia lalu menyampaikan duka cita kepada keluarga. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengenang Hamzah Haz sebagai seorang negarawan.
“Atas nama pemerintah, atas nama bangsa dan rakyat, kami ikut berduka cita yang mendalam,” kata Jokowi.
Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) turut mengucapkan duka cita mendalam atas wafatnya Hamzah. JK menilai, Hamzah Haz adalah tokoh sangat penting bagi bangsa dan membaktikan dirinya untuk Islam.
Baca juga : Vaksinasi Polio Bidik 1,2 Juta Anak Jakarta
Ia pun mengajak masyarakat Indonesia untuk mendoakan Hamzah. "Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya sesuai dengan amal ibadahnya. Al-Fatihah," ujarnya.
Sekitar pukul 2 siang, jenazah Hamzah Haz disalatkan di Masjid Jamie Darussalam, yang berada di depan rumah duka. Lalu, jenazah diberangkatkan menuju pemakaman keluarga di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Prosesi pemakaman dilakukan secara militer, yang dipimpin Menko Polhukam Hadi Tjahjanto. Dalam upacara itu, Hadi mengaku kehilangan atas berpulangnya Hamzah Haz. "Namun, kepergiannya harus diterima dengan ketawakalan dan keikhlasan," ujarnya.
Jenazah Hamzah Haz dimakamkan tepat di sebelah pusara almarhumah istrinya, Asmaniah, di area Yayasan Al-Ikhlas, lingkungan pendidikan berupa kampus dan SMK yang didirikan Hamzah Haz. Tempat peristirahatan terakhir Hamzah Haz terletak di sebuah pendopo kecil tak jauh dari Masjid Jami' Al-Ikhlas.
Putra ke-4 Hamzah Haz, Nur Agus Haz, merasa kepergian ayahnya begitu mendadak. Pasalnya, Hamzah Haz tidak sedang sakit. Agus juga menepis kabar ayahnya meninggal di RSPAD Gatot Subroto seperti yang beredar di media sosial.
Baca juga : Rekrut Paul Goerge Di NBA , Sixers Percaya Diri Tinggi
"Meninggalnya saat di kamar. Saya perhatikan Bapak dalam keadaan bangun tidur mau Salat Duha, lalu terjatuh," ungkapnya.
Hamzah Haz lahir pada 15 Februari 1940 di Ketapang, Kalimantan Barat. Hamzah Haz memulai karier politiknya dengan bergabung dengan PPP. Dia pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR, Menteri Negara Investasi/Kepala BKPM, Menko Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan dan puncaknya sebagai Wakil Presiden pada periode 2001 sampai 2004.
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini ikut mengenang sosok Hamzah Haz. Didik mengenal Hamzah Haz sebagai seorang politisi dan negarawan penjaga APBN selama dekade 1990-an dan 2000-an.
"Hamzah Haz meninggalkan warisan besar dalam pengelolaan ekonomi dan kebijakan negara," tulis Didik, dalam keterangan tertulis, Rabu (24/7/2024).
Ekonom senior Indef ini mengatakan, Hamzah Haz dikenal sebagai penulis, pemikir, dan kolumnis yang aktif memberikan pencerahan mengenai politik anggaran dan APBN. Hamzah Haz berperan penting dalam pembahasan APBN di DPR sebagai pimpinan partai oposisi yang loyal.
Baca juga : Ekonomi RI Dijempolin Bank Dunia
Menurut Didik, Hamzah Haz adalah seorang pemimpin yang matang dan berorientasi pada kepentingan nasional. "Hamzah Haz menunjukkan komitmen kuat terhadap kepentingan nasional tanpa mengabaikan realitas dan rasionalitas," ujarnya.
Didik menceritakan bagaimana Hamzah Haz aktif dalam menyelesaikan krisis APBN, termasuk pada pertengahan 2000-an saat pro kontra kenaikan harga BBM memuncak. Hamzah Haz berperan krusial dalam mendinginkan suasana dan mendukung kenaikan harga BBM sebagai langkah rasional untuk mengatasi krisis.
"Selamat jalan, Hamzah Haz. Warisan dan pemikiranmu akan terus dikenang oleh bangsa Indonesia," tutup Didik.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya