RM.id Rakyat Merdeka - Perkumpulan Perusahaan Pendingin Refrigerasi Indonesia (Perprindo) menggelar diskusi dengan Ketua Komite Pengamanan Perdagangan (KPPI) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Franciska Simandjuntak dan jajaran.
Diskusi dihadiri Sekjen Perprindo Andy Arif Widjaja beserta jajaran pengurusnya.
Yaitu, Wakil Sekjen Heryanto, Pengurus Bidang Regulasi dan Hukum Dewanti, Wildan Lazuardi dan Choky, Pengurus Bidang Perdagangan dan Industri Henry Sofian dan Pengurus bidang Logistik dan Distribusi Tjiputra Halim.
Baca juga : Singo Edan Siap Pertahankan Gelar Piala Presiden
Diskusi ini membahas tindakan perlindungan Industri Pendingin Refrigerasi Indonesia melalui mekanisme Bea Masuk Tindakan Pengaman (BMTP).
Perprindo mendukung penuh rencana pemerintah untuk mengenakan BMTP apabila hasil kajian yang dilakukan memang mengharuskan pengenaan safeguard untuk produk-produk yang mengalami lonjakan impor yang signifikan.
Pada pertemuan tersebut pengurus Perprindo menyatakan kembali komitmennya untuk menjadi mitra diskusi pemerintah, dalam hal ini Kemendag, apabila membutuhkan data-data untuk kajian tentang tindak pengamanan perdagangan.
Baca juga : Jokowi Minta OJK Dan BI Tingkatkan Perlindungan Di Sektor Ekonomi Digital
Diharapkan, melalui kajian mendalam tersebut apabila memang terdapat indikasi tindakan perdagangan yang tidak adil maka pemerintah dapat mengambil tindakan pengamanan untuk melindungi industri pendingin dalam negeri.
Pada kesempatan tersebut Wasekjen Perprindo Heryanto mengusulkan adanya grace period dalam suatu kebijakan baru agar investor dapat memperoleh kepastian dan dapat melakukan persiapan yang baik dalam melakukan investasi di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut Andy juga menjelaskan tentang Perprindo yang merupakan sebuah perkumpulan perusahaan industri dalam negeri.
Juga Importir yang mempunyai produk pendingin refrigerasi (produk berkompresor) dan Perprindo, serta menaungi 2 anggota luar biasa Asosiasi Teknisi AC di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 10 ribu orang teknisi UMKM.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.