Dark/Light Mode

Dukung Ketahanan Energi, Petronas Genjot Produksi Di Berbagai Wilayah Kerja

Rabu, 31 Juli 2024 18:39 WIB
Vice President of Production Operations Petronas Indonesia, Wimbuh Nawa Nugroho dalam Kunjungan Lapangan SKK Migas-Petronas Indonesia di Onshore Receiving Facilities Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur, Rabu (31/7/2024). (Foto: Istimewa)
Vice President of Production Operations Petronas Indonesia, Wimbuh Nawa Nugroho dalam Kunjungan Lapangan SKK Migas-Petronas Indonesia di Onshore Receiving Facilities Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur, Rabu (31/7/2024). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Petronas Indonesia memperkuat komitmen untuk mendukung ketahanan energi Indonesia melalui pengembangan dan peningkatan produksi minyak dan gas bumi di berbagai Wilayah Kerja (WK), utamanya di WK Ketapang dan WK North Madura II.

Vice President of Production Operations Petronas, Wimbuh Nawa Nugroho menyampaikan, pada kuartal kedua tahun ini, dari seluruh WK yang dikelola, Petronas mencatat angka produksi migas sebesar 25.000 BOEPD (barel setara minyak per hari).

Wimbuh menambahkan Petronas berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif terhadap industri hulu migas di Indonesia melalui pengembangan bisnisnya secara berkelanjutan.

Komitmen itu menurutnya, terwujud dengan perpanjangan kontrak bagi hasil untuk WK Ketapang di Utara Pulau Madura.

"Dengan perpanjangan ini, Petronas dapat terus beroperasi hingga tahun 2048, selain itu baru-baru ini, Petronas Indonesia juga menandatangani kontrak bagi hasil untuk WK Bobara, di lepas pantai Papua Barat, serta menjadi mitra kerja dari lima kontrak bagi hasil lainnya yang terletak di lepas pantai Sumatra, Laut Natuna, Jawa Timur, dan Indonesia Timur,” kata Wimbuh dalam Kunjungan Lapangan SKK Migas-Petronas di Onshore Receiving Facilities Bukit Tua, Gresik, Jawa Timur, Rabu (31/7/2024).

Baca juga : Pecahkan Rekor, Putar Ponsel Di Jari 320 Kali

Wimbuh menambahkan, penandatanganan kontrak bagi hasil untuk WK Bobara menjadi tonggak capaian penting bagi Petronas dalam ekspansi bisnisnya ke wilayah Indonesia Timur.

Hal tersebut merupakan kelanjutan penandatanganan kontrak bagi hasil untuk WK Masela yang terletak di perairan Laut Arafura pada tahun 2023.

Saat ini, Petronas fokus dalam pengembangan Lapangan Hidayah yang terletak di Wilayah Kerja North Madura II.

“Kami berharap agar fase pengembangan Hidayah dapat berjalan sesuai dengan jadwal yakni onstream pada tahun 2027, dengan perkiraan produksi mencapai 19 ribu BOPD,” ujar Wimbuh.

Sebagai salah satu pelaku industri hulu migas di Indonesia, lanjut Wimbuh, pihaknya mendukung target Pemerintah untuk mewujudkan ketahanan energi melalui pencapaian target produksi yang ditetapkan dan bertekad untuk menyediakan suplai energi yang andal melalui pengembangan proyek.

Baca juga : Sambut Kedatangan Jemaah, Menag Minta Maaf dan Doakan Kemabruran

Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, Nyimas F. Rikani mengapresiasi capaian-capaian penting yang telah diraih Petronas Indonesia.

“Selama puluhan tahun, Petronas  telah menjadi salah satu pemain utama dalam sektor ini dan memberikan kontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan energi nasional,” ucap Rikani.

Rikani menyebut, dengan adanya perpanjangan kontrak bagi hasil untuk WK Ketapang, dia berharap agar Petronas dapat terus memastikan kelangsungan produksi energi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Sejak produksi pertama di WK ini pada tahun 2015, Petronas telah menjadi salah satu kontributor utama dalam memenuhi permintaan energi di Jawa Timur,” ucapnya.

Menurut Rikani, sebagai salah satu produsen gas terbesar di Jawa timur, SKK Migas terus mendorong Petronas untuk dapat lebih aktif dalam melakukan pengembangan dan pencarian cadangan-cadangan baru guna memenuhi permintaan gas dari konsumen yang berasal di Jawa Barat.

Baca juga : Timas Kebaya Indonesia, Siap Gelar Parade Kebaya Nusantara

Sebagai informasi, bahwa saat ini produksi gas bumi di Jawa Timur tidak dapat terserap seluruhnya, sehingga kami berharap saat pembangunan pipa gas Cirebon-Semarang telah selesai.

"Petronas Indonesia dapat turut andil dalam pemenuhan kebutuhan gas di wilayah Barat Indonesia,” pungkas Rikani.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.