Dark/Light Mode

Komisi VII DPR Dorong Pengembangan Industri Semikonduktor Nasional

Rabu, 31 Juli 2024 15:25 WIB
Anggota Komisi VII DPR, Mukhtarudin
Anggota Komisi VII DPR, Mukhtarudin

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR, Mukhtarudin merespon positif langkah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menggandeng Lembaga Riset Economic Research Institute for ASEAN and East Asia atau ERIA untuk mengkaji rantai pasok dari industri semikonduktor.

Untuk itu, dia mendorong agar mempercepat pembangunan ekosistem industri semikonduktor dalam upaya memenuhi kebutuhan pasar domestik yang semakin melonjak.

"Karena langkah strategis ini tentu akan menopang peningkatan produktivitas dan daya saing sejumlah sektor industri manufaktur yang membutuhkan semikonduktor sebagai komponen utamanya," tuturnya, rabu (31/7).

Baca juga : Sosialisasi 4 Pilar ke KAHMI, Ketua MPR Dorong Peningkatan Pembangunan Desa

Wakil Ketua Fraksi Golkar ini bilang pembangunan ekosistem industri semikonduktor tersebut, sejalan dengan target Making Indonesia 4.0. 

Selain itu, pengembangan industri semikonduktor di tanah air, ini juga dimaksudkan untuk menunjang perkembangan industri teknologi, seperti industri elektronik rumah tangga, kendaraan listrik, dan teknologi 5G.

"Oleh karenanya, upaya pengembangan industri semikonduktor di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ini menjadi peluang yang sangat besar yang juga dapat mengisi kebutuhan dalam negeri kita," ujarnya.

Baca juga : Ini Jurus BRI Kelola NPL UMKM Tetap Rendah Dibawah Industri Perbankan Nasional

Sebelumnya, Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto telah menggandeng ERIA untuk mengkaji rantai pasok dari industri semikonduktor. Kajian itu menjadi salah satu bagian dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama riset antara Kemenko Perekonomian dengan ERIA yang dilaksanakan pada Selasa (30/7/2024). 

Adapun kerjasama ini adalah kajian aksesi Indonesia dalam Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi/Organisation for Economic Co-operation and Development (OEC) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), dan pembentukan Asia Zero Emision Center kemudian Future Ready ASEA.
 
Airlangga mengatakan, untuk kajian rantai pasok tersebut baik semikonduktor, pengembangan ekonomi digital, dan juga studi mengenai industri otomotif next generation di ASEAN untuk menyuplai global, termasuk pengembangan industri berbasis baterai. 

"Khusus untuk kerja sama pengembangan industri semikonduktor ini di dasari pada potensi pangsa pasar di ASEAN pada 2029 yang mencapai US$ 3 miliar. Sementara itu, pangsa pasar India sebagai pesaing industri itu sebesar US$ 15 miliar," kata Airlangga.

Baca juga : Kompetisi Fotografi AMANAH Jadi Starting Point Pengembangan Fotografi Di Aceh

Dukungan ERIA untuk future ready daripada ASEAN pertama, rantai pasok semikonduktor di ASEAN dan India, pangsa ASEAN diperkirakan semikonduktornya di tahun 2029 akan sebesar 3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dan India mempersiapkan untuk sebesar $ 15 miliar dolar AS. "Jadi kita bersaing dengan India," katanya.

Secara umum, bentuk kerja sama dengan ERIA dalam bentuk indepth study dan publikasi bersama. Selain itu, studi kebijakan dan peningkatan kapasitas SDM, dan rencana kerja sama dalam 2 tahun dan dapat diperpanjang.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.